Belitung, Ketika Alam Membuatku Jatuh Cinta

“Kata orang Indonesia adalah potongan surga yang jatuh ke bumi, dan mungkin Belitung salah satu potongannya.”

Matahari belum tinggi saat saya membelah jalanan kota Tanjungpandan yang basah setelah hujan semalam.  Kota yang bersih, jalanan beraspal halus dan suasana yang lengang membuat saya seperti memasuki sisi dunia lain setelah keluar dari kebisingan Jakarta.  Terkenal dengan sebutan Bumi Laskar Pelangi sejak novel dan film Laskar Pelangi meledak tahun 2008, Belitung menjadi tempat wisata terkenal di Indonesia.  Pantai-pantai yang cantik, terumbu karang yang terawat, pulau-pulau yang masih perawan dan infrastruktur yang mendukung membuat Belitung bertahan menjadi tempat tujuan wisata.  Saya menjelajahi Belitung untuk membuktikan bahwa tempat ini seperti potongan warna surga yang jatuh ke bumi.

PANTAI TANJUNG KELAYANG DAN PULAU BURUNG

Saya memerlukan waktu 45 menit bermobil dari pusat kota Tanjungpandan untuk sampai di pantai Tanjung Kelayang.  Begitu turun dari mobil  saya disergap papan besar dengan tulisan warna-warni “PANTAI TANJUNG KELAYANG” dan “WELCOME TO BELITONG”.   Di belakang tulisan ini pemandangan biru air laut tampak sempurna. Airnya jernih, pasirnya putih halus dan bebas sampah membuat saya terpesona.  Banyak kapal nelayan bersandar di pantai ini, menambah cantiknya pemandangan. 

Pantai Tanjung Kelayang juga menjadi pelabuhan untuk para wisatawan memulai menjelajah pulau-pulau kecil yang cantik.  Setelah berganti pakaian untuk berenang, saya mulai menjelajahi pulau-pulau kecil di sekitar pantai Tanjung Kelayang.  Tak jauh dari pantai Tanjung Kelayang, tampak pulau kecil dengan batu granit  menjulang tinggi menyerupai kepala burung garuda. Pulau ini juga disebut pulau Burung. Karena masih pagi, kami memutuskan untuk menjelajah pulau terjauh lebih dahulu.  Sepanjang perjalanan, langit biru cerah dan air laut di kejauhan tampak berwarna toska.  Batu-batu granit yang berwarna putih tampak kontras dengan kebiruan di sekelilingnya. Baru memulai penjelajahan dan saya sudah memercayai bahwa Belitung adalah potongan warna surga yang jatuh ke bumi.

  
PULAU BATU BERLAYAR
Setelah berperahu sekitar 20 menit sampailah saya di pulau Batu Berlayar.  Seperti namanya, pulau Batu Berlayar memiliki ciri batu granit yang lebar seperti kapal yang sedang berlayar di tengah lautan.  Saya turun ke pantai dan menyusuri pantai. Batu-batu granit menyebar eksotis di sekeliling pulau. 

Airnya sangat jernih dan pasirnya putih lembut.  Sejauh mata memandang tampak kebiruan air laut, langit yang cemerlang dan batu-batu granit putih yang menjulang.  Saya menceburkan diri berendam di lautan dangkal yang jernih itu sambil melihat burung-burung kecil yang terbang di langit.  Sepertinya saya akan betah berjam-jam berendam di sini. Namun, saya memutuskan melanjutkan perjalanan ke pulau lain.

PULAU LENGKUAS

Sebelum mencapai Pulau Lengkuas, saya singgah di spot snorkeling yang menyuguhkan pemandangan bawah laut yang indah.  Terumbu karangnya masih terjaga dan ikan warna-warni berseliweran di sekitar saya.  Saya ingin berenang lebih lama di spot ini, tetapi mercusuar di Pulau Lengkuas yang menjulang tinggi seolah-olah memanggil saya untuk segera ke sana. 

Pulau Lengkuas memiliki ikon mercusuar peninggalan Belanda sejak 1882 setinggi 62 meter yang masih berfungsi untuk memantau kapal yang keluar masuk ke Pulau Belitung hingga saat ini. Kita bisa memasuki mercusuar dan naik ke atas melalui anak tangga, tetapi saat ini hanya bisa sampai lantai 4 karena sedang direnovasi.  Di setiap lantai terdapat jendela yang mempelihatkan pemandangan birunya laut Belitung.  

Tempat ini juga menjadi tempat istirahat para wisatawan setelah menjelajahi pulau demi pulau.  Banyak tempat duduk dari kayu yang bisa kita gunakan untuk istirahat makan siang sambil menikmati pemandangan laut yang indah.  Jangan lupa sambil minum air kelapa muda yang segar.Tak hanya mercusuar yang menjulang ikonik, di sisi lain tempat ini juga terdapat batu-batu granit besar yang membuat pulau ini tampak semakin eksotis.  Para pengunjung bisa memanfaatkan sisi ini untuk berfoto.  Di bawah pohon besar teduh yang daunnya kemerahan menjulang ke laut, saya duduk berjam-jam menikmati pemandangan. Tempat ini sangat indah tepat untuk menenangkan diri.

 PULAU KELAYANG

Matahari sedikit condong ke barat ketika saya melanjutkan perjalanan menuju Pulau Kelayang.  Berjarak 20 menit dari Pulau Lengkuas menggunakan perahu, pulau ini merupakan pulau terbesar diantara gugusan pulau-pulau yang lain. 


Tak hanya bisa menikmati bebatuan granit yang menjulang, dan pasir putih yang halus, di tempat ini kita juga bisa memasuki hutan kecil yang terdapat goa di dalamnya. Goa yang terbentuk dari bebatuan granit ini terhubung dengan laut. Jika kita menyusuri lebih jauh, kita bisa naik ke atas batu-batu granit dan memandang laut dari ketinggian. Dari bebatuan tinggi ini kita bisa melihat birunya laut di kejauhan. Pulau Kelayang tidak jauh dari pantai Tanjung Kelayang, maka setelah puas menikmati pemandangan di Pulau Kelayang, saya kembali ke Pantai Tanjung Kelayang untuk melanjutkan perjalanan ke pantai yang lain.

PANTAI TANJUNG TINGGI

Pantai Tanjung Tinggi juga dikenal sebagai Pantai Laskar Pelangi karena pantai ini menjadi lokasi syuting film Laskar Pelangi. Terletak tidak jauh dari pantai Tanjung Kelayang, pantai cantik ini memiliki banyak sekali batu granit yang besar dan tinggi sehingga menjadikan pantai ini sangat unik. Nama Tanjung Tinggi diambil dari kata tanjung yang artinya semenanjung dan tinggi yang artinya pantai yang memiliki bebatuan yang tinggi. 

Di pantai ini pengunjung bisa melakukan banyak aktivitas seperti mendaki batu-batu granit yang tinggi dan melihat pemandangan laut dari ketinggian, memancing di sela-sela bebatuan, berenang atau duduk menunggu matahari terbenam seperti yang saya lakukan. Pemandangan saat matahari terbenam di pantai ini sangat menakjubkan.

PANTAI PENYABONG

Esoknya saya melanjutkan perjalanan menjelajah Belitung Selatan. Tujuan pertama saya mengunjungi Pantai Penyabong.  Jalanan bagus beraspal menyambung sampai pantai, sehingga mobil bisa masuk sampai tepi pantai.  Kita hanya perlu berjalan sedikit untuk menaiki batu granit besar yang ada di sisi pantai.  


Pantai di Belitung Selatan lebih alami, sepi dan perawan dibanding pantai sebelumnya. Di sini bebatuan granit besar menjulang tinggi sehingga para pengunjung bisa naik ke atas untuk menikmati pemandangan lautan biru dari ketinggian.  Saya mendaki ke atas batu dan melihat warna laut seperti berlapis mulai dari biru jernih dan hijau toska. Di tempat ini juga terdapat warung makan yang menjual masakan kepiting dengan harga murah. Anda tak akan melewatkan ini setelah melihat pemandangan alam yang menakjubkan.

PANTAI TELUK GEMBIRA

Pantai Teluk Gembira terletak tidak jauh dari Pantai Penyabong. Pantai ini telah dilengkapi berbagai fasilitas lengkap untuk menerima para wisatawan seperti restoran, gasebo, mushala, toilet yang bersih dan bagus.  Pengunjung bisa menikmati keindahan pantai sambil duduk di gasebo tepi pantai atau duduk di bebatuan granit yang menjorok di pantai.

 Memiliki panorama yang indah perpaduan antara bebatuan granit, pasir putih serta laut lepas yang berwarna biru dihiasi pulau-pulau kecil di sekitar Teluk Gembira, pantai ini memiliki air yang jernih dan bebas dari sampah. Di pantai Teluk Gembira ini juga terdapat dermaga penyeberangan yang disinggahi oleh perahu yang membawa orang-orang yang tinggal di Pulau Seliu. Setiap hari ada dua kali jadwal perahu yang menyebarang dari Teluk Gembira ke Pulau Seliu dan sebaliknya.

DANAU KAOLIN
Tempat terakhir yang melengkapi potongan warna surga di Belitung yaitu Danau Kaolin. Danau berwarna hijau toska ini terletak di desa Air Raya Tanjungpandan.
   

Memiliki daratan yang putih bersih dan warna air yang hijau toska, danau ini berasal dari bekas penambangan Kaolin yang telah ditinggalkan.  Kaolin merupakan bahan untuk membuat cat dan kosmetik.  Air danau ini juga dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit.  Perpaduan warna putih dan hijau toska akan menjadi obyek foto yang menarik jika anda menyukai fotografi.  ***

Pantai Cantik Di Dekat Jakarta

Gaya hidup Jakarta yang serba macet, bising dan terburu-buru membuat sebagian orang mudah dilanda stress hingga depresi. Jika anda penyuka pantai, ada beberapa pantai cantik yang dekat dengan Jakarta yang bisa anda kunjungi bersama keluarga untuk melepaskan penat, tidak membutuhkan waktu lama dan anggaran-pun tidak akan membengkak. Pantai apa saja itu? Simak pengalaman perjalanan saya menyusuri pantai cantik yang tidak jauh dari Jakarta.

 

1.                PULAU HARAPAN

Pulau harapan terletak di gugusan pulau seribu, berjarak 2 jam menggunakan speedboat dari Marina Ancol, atau 3 jam jika anda menggunakan kapal ekonomi dari Kaliadem. Pulau ini merupakan pulau berpenduduk, jadi anda bisa menyewa rumah penduduk untuk menginap.  Fasilitas homestay cukup nyaman, bahkan pemilik rumah akan memasakkan makanan untuk anda termasuk dalam biaya menginap. Tetapi jika anda tidak mau repot, lebih baik anda memesan paket trip dari Jakarta, sehingga sampai Pulau Harapan tinggal menikmati liburan. 

Memiliki pantai yang berpasir putih, taman bermain, warung makan, deretan kios souvenir dan dermaga untuk menjemput dan mengantar penumpang kapal, Pulau Harapan juga menjadi pintu untuk para wisatawan menjelajahi pulau-pulau kecil di sekitarnya.  Dengan menyewa kapal anda bisa island hoping ke beberapa pulau cantik seperti Pulau Bulat, Pulau Bira dan Pulau Kalampunian Besar.  Semua pulau kecil itu memiliki pantai yang cantik, berpasir putih dan masih perawan. Tak hanya menikmati pantai, anda juga bisa snorkeling untuk menikmati terumbu karang indah yang ada di bawah laut.  Malamnya, anda bisa menikmati ikan bakar yang lezat di depan homestay anda.  Pulau Harapan bisa dikunjungi dengan waktu singkat 2 hingga 3 hari. Anda bisa melakukannya saat weekend bersama keluarga.

2.               
                    PULAU PAHAWANG

Beberapa tahun terakhir, Pulau Pahawang naik daun dan banyak dikunjungi wisatawan. Terletak di Lampung, anda memerlukan waktu sekitar 12 jam perjalanan darat dan laut dari Jakarta untuk sampai Pulau Pahawang.  Tetapi jika anda menggunakan pesawat waktu bisa dipangkas lebih pendek.  Dari Pelabuhan Ketapang, anda bisa menyewa kapal untuk island hoping menikmati pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Pahawang yang tak kalah cantiknya. Saya justru lebih jatuh cinta pada pulau-pulau kecil yang jarang dikunjungi seperti Pulau Balak, Pulau Kelagian, Taman Nemo Pulau Pahawang, Pulau Kelagian Lunik dan Tanjung Putus.  Pantainya berpasir putih lembut dan airnya jernih.  Anda bisa snorkeling dan berendam di pantai sepuas-puasnya. 

Banyak homestay dan beberapa resort disediakan di Pulau Pahawang. Penginapan homestay sebagian besar digunakan pengunjung open trip sementara resort biasanya dipilih pengunjung yang membutuhkan suasana tenang bersama teman atau keluarga. Saya menginap di sebuah resort di Tanjung Putus tepat di depan pantai dengan harga yang terjangkau sudah termasuk biaya makan. Ada beberapa pilihan harga resort yang bisa kita sesuaikan dengan dana yang kita miliki.  Saya sarankan anda memilih paket trip yang tepat yang memberi keleluasaan anda memilih tempat menginap, menyediakan makan sehingga anda tidak kesulitan lagi mencari makan serta memberikan pilihan island hoping yang menarik sehingga perjalanan anda aman dan nyaman. Pulau Pahawang dan pulau-pulau kecil yang masih perawan di sekitarnya menjadi pilihan menarik untuk mengisi weekend gateway anda dan keluarga.

3.                 PULAU BELITUNG

Sejak novel dan film Laskar Pelangi meledak di pasaran, pulau ini menjadi sangat terkenal. Seringkali kita berpikir pulau ini jauh tetapi kenyataannya hanya membutuhkan waktu 50 menit menggunakan pesawat dari Jakarta.  Anda hanya memerlukan waktu 3 sampai 4 hari untuk mengunjungi Belitung dan akan menikmati panorama alam yang luar biasa indahnya. 

Memiliki infrastruktur yang bagus dan lengkap, serta panorama laut yang membiru, pasir putih dan batu-batu granit yang menjulang membuat Belitung sangat istimewa. Anda bisa mengunjungi Pantai Tanjung Kelayang yang menjadi pelabuhan kapal untuk memulai island hoping menuju pulau-pulau kecil cantik seperti Pulau Burung, Pula Lengkuas dan Pulau Batu Berlayar. Semua pulau ini memiliki pantai berpasir putih dan bebatuan granit yang unik.  Tak hanya menyusuri pantai, anda juga bisa snorkeling untuk menikmati keindahan bawah laut.   Jika anda memiliki cukup waktu, Pantai Penyabong dan Pantai Teluk Gembira di Belitung Selatan tak kalah menarik. Lebih perawan dibanding pantai-pantai yang lain, pantai di Belitung Selatan ini layak untuk dikunjungi. Nah, tertarik mengisi weekend anda untuk mengunjungi pantai?  Saya yakin dengan mengunjungi pantai-pantai itu anda akan kembali semangat menjalani rutinitas sehari-hari. ***

Bertemu Tarsius Di Belitung

Belitung selain memiliki panorama alam yang luar biasa indah perpaduan pasir putih yang lembut, batu granit yang menjulang di berbagai pulau dan air laut yang membiru ternyata menyimpan kekayaan fauna langka yang menarik untuk dikunjungi. Apakah primata langka itu? Ia adalah Tarsius, monyet kecil berukuran sekitar 15 centimeter dengan berat 1 kilogram yang terdapat di hutan Batu Mentas, Kecamatan Badau, Belitung Barat, sekitar 40 menit berkendara dari pusat kota Tanjungpandan. 

 

Hanya ada tiga tempat di Indonesia yang menjadi habitat Tarsius, yaitu Sulawesi Utara, Kalimantan dan Belitung.  Tarsius jenis spectrum mendiami Cagar Alam Gunung Tangkoko, Sulawesi Utara dan Tarsius bancanus saltator yang mendiami hutan Batu Mentas Belitung. Menurut informasi Tarsius Tangkoko berukuran lebih kecil dari Tarsius Batu Mentas dan hidup berkelompok pada lubang-lubang pohon. Sedangkan Tarsius Batu Mentas cenderung hidup di bawah kanopi daun dan hidup berpindah-pindah dengan menandai teritorinya menggunakan air seninya.

 

 

MONYET HANTU YANG SETIA

 

Warga Belitung menyebut Tarsius bancanus saltator ini sebagai pelilean atau monyet hantu.  Pelilean hidup nocturnal atau aktif di malam hari.  Karena hidup di malam hari, maka ia akan tidur pada siang hari.  Tarsius termasuk karnivora.  Bentuk matanya besar dan pada malam hari menjadi sangat awas. Ia dengan mudah menemukan mangsanya seperti kecoa, burung, jangkrik dan kelelawar yang kemudian menjadi makanannya.  Tarsius juga mampu memutar kepalanya 180 derajat sehingga dengan matanya yang lebar pada malam hari akan sangat mengejutkan saat bertemu dengannya. Karena aktif pada malam hari, saat saya berkunjung ke Batu Mentas siang hari, Tarsius ini hanya diam di balik kanopi pohon sembunyi dari pengunjung.

 

Tarsius merupakan primata langka terkecil di dunia yang termasuk dalam kelas mamalia dari famili Tarsiidae.  Ia melakukan semua aktivitas hidupnya di pohon mulai dari makan, minum, tidur bahkan saat melahirkan sekalipun. Berbeda dengan monyet yang suka bergelayutan di atas pohon, Tarsius dengan tulangnya yang bisa memanjang lebih suka melompat-lompat dari pohon satu ke pohon yang lain.  Ia tidak bisa berada di atas tanah, dan ketika terpaksa di atas tanah maka ia akan terus melompat-lompat.

 

Selain menjadi habitat Tarsius, Batu Mentas juga menjadi tempat penangkaran Tarsius. Ketika saya berkunjung, ada dua Tarsius di tempat percontohan.  Menurut penjaga, kedua Tarsius itu sedang dijodohkan. Tarsius merupakan hewan yang setia pada pasangannya dan tidak mudah dijodohkan. Biasanya Tarsius hanya akan berkembang biak dengan satu pasangan.  Tetapi di Batu Mentas ini seekor Tarsius berhasil mendapatkan bayi dari pasangan yang lain.  Prestasi ini akan memberikan harapan untuk menjaga kelestarian Tarsius di masa depan.

 

 

WISATA PETUALANGAN DAN KEBUN LADA

 

Mengunjungi Batu Mentas Belitung tidak hanya akan bertemu primata langka Tarsius, tetapi juga banyak paket wisata petualangan menarik yang ditawarkan.  Mulai dari hiking menuju air terjun, river tubing, flying fox,  mandi di air sungai yang jernih hingga berkemah di areal Batu Mentas yang masih alami. Di tempat ini juga ada beberapa bungalow yang disewakan jika kita ingin menikmati suasana hutan yang tenang. 

 

Fasilitas untuk pengunjung di Batu Mentas juga cukup baik. Di areal depan sungai tampak tempat ibadah, toilet serta tempat ganti pakaian setelah bermain di sungai dan warung kecil yang menyediakan makanan untuk para pengunjung yang kelaparan. Tepat di depan sungai ada areal untuk duduk sambil menikmati pemandangan sungai yang jernih dan tenang.  Perlengkapan petualangan juga disediakan dengan lengkap untuk para pengunjung yang ingin bertualang sambil menyusuri sungai.  Tak hanya itu, tempat ini juga bersih dari sampah.

 

Selain wisata petualangan yang menarik,  Belitung merupakan salah satu tempat penghasil lada putih terbesar di Indonesia. Sepanjang jalan menuju Batu Mentas kita akan melihat perkebunan lada penduduk yang rimbun. Menurut informasi, jika kita berkunjung pada bulan Juli- Agustus, kita bisa menyaksikan para petani lada memanen lada di kebun mereka. Tak hanya lada, kita juga menemukan perkebunan nanas di sepanjang jalan menuju Batu Mentas.  Kebanyakan warga Belitung mencampurkan nanas dalam masakan mereka sehingga menimbulkan rasa asam manis yang menyegarkan. Jika anda berkunjung ke Belitung, kawasan wisata Batu Mentas ini jangan anda lewatkan karena kekayaan flora dan faunanya yang unik sangat menarik untuk dikunjungi. ***