Category Archives: Travel Tips & Review

LEUWEUNG GELEDEGAN ECOLODGE BOGOR : GLAMPING & STAYCATION AMAN SAAT PANDEMI

Bosan 9 bulan isolasi karena pandemi? Jika anda tinggal di sekitaran Jabodetabek, banyak tempat untuk staycation yang aman untuk meredakan stress akibat pandemi. Karena saya memiliki beberapa penyakit bawaan, maka saya memilih perjalanan maksimal dua jam menggunakan mobil pribadi sehingga tidak terlalu lelah. Setelah browsing di internet, pilihan saya jatuh pada glamping & staycation di Leuweung Geledegan Ecolodge Bogor. Sepertinya menarik jika melihat Instagram dan websitenya, semoga saja begitu kenyataannya. Saya memesan melalui aplikasi perjalanan, meskipun sebenarnya lebih menguntungkan jika anda memesan melalui website mereka karena lebih murah sedikit dan included barbeque khusus weekend. Sementara jika memesan melalui aplikasi perjalanan, tidak included barbeque.

Mencari lokasi Leuweung Geledegan Ecolodge sangat mudah. Sebelum pintu keluar tol Jagorawi, ada petunjuk besar arah ke lokasi tersebut. Dari pintu keluar tol kita belok ke arah kanan, lalu setelah turunan Tugu Kujang dan menemukan BTM kita ambil jalan lurus hingga bertemu dengan pertigaan Pancasan belok ke kiri.  Nanti kita akan menemukan beberapa petunjuk ke arah lokasi. Setelah jalanan menanjak lalu belok ke arah kanan ke jalanan berbatu, kita akan menemukan lokasi luas dan asri dengan tulisan Leuweung Geledegan Ecolodge. Dari situ mobil bisa langsung memasuki parkiran yang luas dengan petugas yang ramah dan siap membantu parkir.

Dari pintu parkiran, tamu langsung bisa masuk ke arah gedung resepsionis yang tepat berada di depan air mancur yang tertata dengan cantik. Bangunan resepsionis ini juga menarik, tampak menjulang dan memiliki banyak tempat duduk untuk menunggu. Hanya satu sih nggak enaknya, meja resepsionis berbentuk miring sehingga susah untuk dipakai menulis, padahal kita pasti butuh menulis sesuatu di sana misalnya menandatangani formulir check in. Setelah mendapatkan kunci, kita akan mencari lokasi kamar kita sendiri tanpa diantar petugas. Ini nggak masalah buat saya karena konsepnya memang glamping bukan hotel.

Memasuki areal glamping, saya langsung bertemu kolam renang untuk dewasa dan anak-anak, dengan pemandangan background gunung Salak. Sementera di sisi kanan restaurant. Di lokasi ini juga sering digunakan untuk kondangan. Karena sedang pandemi, tamu yang datang dalam kondangan itu hanya sedikit dengan protokol kesehatan yang ketat. Oh ya, memasuki area Leuweung Geledegan Ecolodge ini wajib masker dan disediakan pencuci tangan di pintu masuk. Bahkan sebelum masuk parkiran semua yang ada dalam mobil dicek suhu tubuhnya.  Dilakukan penyemprotan desinfektan juga di kamar jadi penjagaan selama pandemi cukup aman.

Saya mendapatkan kamar Pinus 04 dengan kapasitas 5 orang yang posisinya ketika membuka pintu menghadap gunung Salak. Ada beberapa jenis kamar mulai dari untuk 6 orang, 5 orang dan 2 orang. Harga kamar bisa anda cek di website mereka. Fasilitas kamar hanya sabun mandi, handuk dan air mineral, jadi harus bersiap sendiri membawa sandal dan teko air panas. Meskipun kita bisa mengambil air panas di restoran. Keseluruhan areal Leuweung ini tidak terlalu luas dengan kontur yang berbukit-bukit. Tidak banyak hal bisa saya lakukan di lokasi glamping ini karena setelah satu kali putaran semua lokasi sudah saya kunjungi. Hanya ada kolam renang, restoran, sungai kecil untuk berperahu yang lintasannya hanya pendek saja dan jalur sepeda yang sepertinya agak sulit bersepeda di lokasi sempit itu. Tetapi penataan tenda tempat menginap dan taman-taman di sekelilingnya sangat cantik. Berbagai macam bunga mekar dan tumbuh dengan subur. Pemandangan akan semakin cantik saat hujan turun dengan langit yang berkabut sehingga kita bisa duduk-duduk di depan tenda sambil ngopi dan menikmati hujan.

 

Makan sarapan disediakan secara gratis dan enak dengan jumlah berlimpah. Saya datang sarapan jam 9 dan masih tersedia cukup banyak. Protokol kesehatan di areal sarapan ini juga sangat ketat. Semua wajib mengenakan masker dan cuci tangan sebelum masuk ke dalam restoran. Sementara pada waktu makan yang lain kita harus membeli di restoran karena tidak boleh membawa makanan dari luar. Namun ini masalahnya, makanan di restoran tidak tersedia cukup variasi atau mungkin saya makan sudah lewat jam makan dan kehabisan. Tersedia paket suki dan barbeque, namun jika anda tidak membeli kamar melalui website maka harus membeli terpisah untuk barbeque. Pemesanan suki dan barbeque harus semalam sebelumnya agar kebagian karena mereka hanya membuat menu itu secara terbatas. Saya mencoba suki dan rekomended karena sangat enak. Apalagi anda makan suki di tempat dingin dengan hujan yang turun deras. Itu luar biasa.

Jika anda gampang bosan seperti saya, menginap dua hari di sini pasti bingung mau ngapain. Anda bisa jalan sekitar lokasi glamping misalnya ke perkemahan Sukamantri, melihat sapi-sapi di depan lokasi glamping atau ke Setu Tamansari. Saya melakukan itu untuk mengisi kebosanan. Pada malam harinya anda bisa menikmati film di lokasi pemutaran film yang ada di area glamping atau menyalakan api unggun. Untuk menyalakan api unggun silakan kontak petugasnya. Sebenarnya memang tidak disediakan antaran makan ke kamar, namun selama pandemi sepertinya mereka bersedia mengantar ke kamar. Oya, semua kontak bisa dilakukan melalui WA dan mereka akan aktif membalas. So, dari pengalaman saya menginap di sini, over all oke, jikapun ada kekurangan, semoga depan mereka memperbaikinya. Selamat glamping dan staycation!

TIPS BERKELANA DENGAN ORANG “GENGGES”

“Sekali bertemu orang gengges, maka perjalananmu akan menyiksa lahir batin.” Begitulah motto hidup para pejalan yang menderita parah akibat ke”genggesan” seseorang di perjalanan.  Apa sih orang gengges itu? Kalo menurut internet gengges itu artinya merepotkan, ribet dan menyebalkan. Satu kata terakhir saya tambahin sendiri. Kalau kita terbiasa traveling dengan santai, simple alias nggak mau ribet sama bawaan dan dandanan maka perjalananmu akan jadi neraka saat mendadak seseorang dengan karakter seperti itu muncul memasuki areal hidupmu.

Dia bawaannya berkontainer-kontainer, sementara kamu hanya bawa ransel 24 liter. Dia dandannya bisa 3 jam sebelum explore sebuah kota sementara kamu bedakan aja jarang. Dia hobbynya ke mall dan belanja sementara target jalanmu ke tempat-tempat baru di kota tersebut. Dia gampang marah jika keinginannya tidak terpenuhi sementara kamu sudah banyak toleransi ke dia. Dia ngelead sesuai maunya sementara kamu juga bayar mahal untuk perjalanan ini. Dia susah kompromi untuk banyak hal, sementara tinggal di apartemen yang sama. Dan yang paling bahaya, dia bisa memanipulasi dengan menjadikan dirinya korban atas banyak hal yang terjadi dalam perjalanan padahal semua temannya justru meladeni banyak kemauannya.

Okay! Well! Tapi hal-hal seperti itu bisa saja kan terjadi dalam perjalanan? Bisa banget, karena kita tidak bisa menebak siapa yang akan muncul dalam hidup kita, tiba-tiba saja seorang teman membawa temannya yang super gengges tanpa aba-aba dan mendadak aja kita shock! Atau…. bisa jadi kita sendiri gengges di mata teman-teman kita tanpa kita sadari. Maka kejadian-kejadian menyebalkan itu sebenarnya bisa membuat kita intropeksi sejauh mana kita juga menyebalkan di mata teman-teman kita.

Ada beberapa antisipasi yang bisa kamu lakukan sebelum moodmu jadi bener-bener buruk lalu kamu ngamuk-ngamuk dan perjalanan kamu jadi nggak bahagia. Sudah keluar uang banyak tapi nggak bahagia? Oh NO! BIG NO!

  1. Kalau model gengges datang dalam perjalananmu, kamu harus siap-siap. Jangan sampai bergantung soal kunci penginapan dan internet sama dia. Karena kamu harus mempersiapkan diri untuk misah jalan dengan dia sebelum bomnya meledak. Tapi lihat dulu segengges apa dia, kalau kamu masih bisa tolerat ya oke-oke saja.
  2. Kamu harus tegas, jangan ikutan menye-menye tapi akhirnya kamu sendiri yang rugi. Beberapa orang gengges justru manfaatin ketidaktegaan kita dan kebaikan kita. So, do it! Say no if you dont like it! Kamu nggak usah kasihan kalau misalnya dia nggak berani sendirian tapi justru tetep ngerepotin kamu. Tega-tega deh!
  3. Kamu tetap harus fokus pada tujuanmu. Terlebih kalau tujuan dia mulai sangat mendominasi sehingga kamu nggak kebagian tujuanmu sendiri. Kamu harus berani ngomong dan memisahkan diri darinya.
  4. Lain kali cek dulu teman yang akan bergabung dalam perjalanan kamu. Jika dia terlihat benih-benih gengges mending sebelum berangkat bikin perjanjian pra perjalanan. Ini penting kalo perlu tertulis biar nggak bikin masalah di kemudian hari.

Sebenarnya perjalanan itu juga berlaku seleksi alam. Jika kita tidak menyenangkan nggak akan ada orang yang mau jalan sama kita. Tapi kalo kita oke, maka banyak teman yang akan jalan sama kita. Itu aja sih ukurannya! Oh wait! Kadang-kadang hal buruk yang datang dalam hidup kita itu juga berkah khususnya buat penulis seperti saya. Karena sejak bertemu beberapa orang gengges saya jadi dapat ide cerita untuk menulis hal-hal yang sebelumnya diluar jangkauan otak saya. Nah! Selamat berjuang jika kalian bertemu teman gengges dalam perjalanan!

 

LUGGAGE STORAGE DI STASIUN LENINGRAD MOSCOW

Pengen jalan-jalan keliling kota Moscow tapi males bawa barang berat? Kamu bisa menitipkan barang-barangmu di Luggage Storage yang ada di beberapa train stasiun atau tempat tertentu seperti Red Square. Tapi sebelumnya kamu harus cek dulu informasi mengenai luggage storage itu mulai dari harga, ukuran barang yang dititipkan sampai persyaratan yang diperlukan untuk menitipkan luggage kamu.

Jika traveling sebelumnya saya membawa ransel, tapi traveling ke Rusia kali ini saya membawa koper 20’. Cukup repot dan berat untuk orang yang terbiasa dengan bawaan minim, tetapi karena musim gugur saya nggak mau kedinginan sehingga saya membawa beberapa jaket tebal.  Nah, masalah mulai muncul saat jam check out dan keberangkatan kereta ke kota lain masih tengah malam. Untuk menunggu waktu dari jam 12 siang hingga 12 malam, saya nggak mungkin menyeret koper keliling kota Moscow ‘kan? Ini dia saya memerlukan Luggage Storage yang bisa menyimpan barang saya hingga jam 12 malam nanti sehingga saya bisa menghabiskan waktu dengan nyaman.

Sebenarnya ada banyak Luggage Storage seperti di Red Square, namun menurut keterangan luggage stirage di Red Square menggunakan tangga dan tidak ada lift sehingga saya urung ke sana. Beberapa stasiun juga menyediakan Luggage Storage seperti Bellorussky tetapi saya memilih menitipkan koper saya di Leningrad stasiun karena malamnya saya akan naik kereta dari sini ke kota lain, jadi tidak perlu repot lagi menyeret koper ke tempat lain.

 


Terletak di lantai bawah stasiun kereta Leningrad berdekatan dengan toilet dan orang berjualan souvenir, Luggage Storage ini ada dua tipe yaitu manual dan otomatis. Untuk luggage otomatis ukuran tas hanya sesuai kotak yang ada di sana, jadi kalau koper kamu melebihi batas tidak akan bisa masuk. Tetapi untuk manual kamu bisa memasukkan ukuran berapapun ke dalam ruangan itu tanpa batas ukuran. Saya kemudian memilih menitipkan barang saya di tempat yang manual karena koper saya cukup besar dan ribet masukin ke dalam kotak. Harga per koper/tas 250 RUBEL atau sekitar Rp.66.000 untuk sehari menitipkan barang, hitungannya per tas bukan besarannya. Sementara harga storage luggage otomatis juga sama tergantung besaran box yang dipilih.

 

Itu pengalaman saya menitipkan tas di Leningrad stasiun, kalau ingin bertanya lebih banyak bisa melalui komen di bawah atau email. Saya masih akan melanjutkan kisah perjalanan saya di Rusia! Jangan pindah blog dulu 😊

 

MENCOBA SLEEPER TRAIN DAN BUS ANTAR KOTA DI RUSIA

Jika anda mengurus semua perjalanan anda sendiri ke negara lain tanpa melibatkan orang ketiga seperti paket tour dan tour leader, maka untuk mencapai kota lain dipastikan anda membutuhkan sarana transportasi antar kota ini.  Susah nggak sih nyarinya? Di mana beli tiketnya? Saya secara berulang mendapat pertanyaan ini dari temen-temen setiap pergi ke beberapa tempat. Oke, mari kita ngobrol tentang angkutan antar kota yang saya gunakan di Rusia.

Saya membutuhkan angkutan antar kota dari Moscow ke Saint Petersburg return kemudian dari Saint Petersburg ke Veliky Novgorod return. Sebenarnya bisa menggunakan pesawat juga tetapi selain tiketnya lebih mahal, saya juga males ribet check in, ngurus bagasi dan melewati screening bandara yang memerlukan waktu lama, jadi saya memilih menggunakan kereta dan bus.  Pilihannya jatuh ke sleeper train dengan waktu tengah malam agar bisa irit biaya hotel karena tidur di kereta sementera memilih bus agar bisa bertemu banyak orang lokal.

Setelah tanggalnya fix, saya mulai berburu tiket tiga bulan sebelum keberangkatan karena bisa jadi akan mendapatkan harga promo atau lebih banyak pilihannya. Dari beberapa group backpacker disarankan membeli tiket secara online di beberapa website seperti www.tutu.ru, www.russianrailways.com, www.eng.rzd.ru, www.russiantrains.com  tetapi saya menemukan website yang kemudian saya yakin membelinya di sana karena prosesnya mudah, bisa menggunakan kartu kredit, ada bahasa Inggrisnya dan yang penting harganya lebih murah dari yang lain pada saat itu yaitu www.infobus.eu.

Saya kemudian memesan tiket untuk sleeper train Moscow-Saint Petersburg return dan bus Saint Petersburg- Veliky Novgorod return.  Harga sleeper train Moscow-Saint Petersburg setara dengan harga tiket kereta eksekutif di Indonesia yaitu kisaran 2556 RUB atau Rp.677.000 sekali jalan sementara harga bus untuk Saint Petersburg-Veliky kisaran 500 RUB atau Rp.132.500 untuk sekali jalan. Setelah pembayaran lunas menggunakan kartu kredit, tiket akan dikirim ke email dalam bentuk PDF yang kemudian saya print meskipun bisa juga tiket digital. Di dalam tiket sudah tertera nomor kursi yang kita pilih, nama bus/sleeper train, terminal/stasiun keberangkatan dan lama perjalanan. Tetapi semua dalam bahasa Rusia. Jangan panik dulu, setidaknya kita masih bisa copy paste tulisan itu ke Google translate dan membiarkan Google translate menjalankan tugasnya. Ribet? Ya, tentu saja! Tapi ini menantang untuk belajar lebih jauh.

 

Karena tidak menemukan petunjuk gambar sleeper train yang saya naiki akan seperti apa dari internet karena bingung dengan bahasa Rusia di tiket, saya tidak berani berharap banyak. Saya membayangkan kalau mendapatkan sleeper train seperti di Tiongkok beberapa tahun lalu akan saya nikmati saja, tetapi sambil berdoa semoga ini lebih nyaman. Ternyata doa saya dikabulkan. Sleeper train di Rusia sangat nyaman bahkan saya merasa lebih nyaman ketimbang menginap di hostel. Mulai dari datang di stasiun kondisinya tertib, informasi jam keberangkatan jelas dalam bahasa Rusia maupun Inggris, masuk ke dalam kereta juga mudah (kecuali memasukkan bagasi yang segambreng dan itu memang salah saya sendiri).

Sleeper train ini berbentuk kompartemen-kompartemen, satu kompartemen berisi 4 tempat tidur. Tampak rapi, bersih dan wangi. Bagian bawah berbentuk sofa, namun ketika waktu tidur bisa dibalik menjadi bed, sementara bagian atas berbentuk bed yang rapi dengan bantal, selimut, handuk, cantolan jaket, rak-rak mungil untuk menaruh tas tangan kita dan jemuran kecil untuk handuk. Sayangnya tidak disediakan colokan listrik di bed bagian atas dan hanya di bed bawah tersedia colokan listrik. Untuk naik ke bed atas, juga tersedia pijakan seperti tangga yang bisa ditutup saat penghuni bed atas sudah berada di tempatnya. Tak hanya itu lampu di kompartemen ini ada beberapa pilihan. Masing-masing bed memiliki lampu sendiri jika ingin membaca, sementara untuk keseluruhan kompartemen, lampu bisa dipilih terang atau redup. Oh, masih ada tambahan disediakan snack roti, yogurt dan air mineral serta sarapan yang bisa memilih sendiri mulai dari pancake, omelet berisi daging serta kopi dan teh. Namun kopi dan tehnya tidak gratis. Bagaimana dengan toilet? Jangan kuatir, meskipun standart toilet Eropa tanpa air, tetap disediakan tissu basah, kering dan kondisinya sangat bersih tidak berbau.

Saya beruntung dua kali perjalanan sleeper train ini satu kompartemen dengan mereka yang lancar menggunakan bahasa Inggris. Saat berangkat saya satu kompartemen dengan nenek Linda dari Amerika yang berada di bed bawah, usianya saya tebak diatas 70 tahun dan dua orang laki-laki, satu lelaki Rusia dan satu lagi lelaki Asia. Nenek Linda cepat akrab karena  melihat tulisan di jaket saya “Pennsylvania University” dan beliau pernah mengajar di sana. Kami terlibat banyak obrolan tentang musik, Rusia, gereja dan kegiatan beliau selama keliling Rusia. Sementara saat baliknya, saya satu kompartemen dengan ibu-ibu (saya lupa namanya) yang juga lancar berbahasa Inggris dan malah menerjemahkan ke saya setiap pramugari kereta menjelaskan soal segala sesuatu yang ada di kereta menggunakan bahasa Rusia. Saya bersyukur bertemu mereka sehingga tidak ribut menggunakan Google translate saat pramugari kereta bicara. Naik sleeper train di Rusia merupakan pengalaman menyenangkan buat saya sampai 7 jam perjalanan dari jam 23.30 hingga 7 pagi tidak terasa lama.

Sementara perjalanan naik bus dari Saint Petersburg- Veliky Novgorod juga sangat menyenangkan kecuali bagian hampir terlambat karena kuatir salah terminal. Saya datang di terminal 5 menit sebelum bus berangkat dan tidak ada satupun manusia yang bisa berbahasa Inggris.  Lucunya saya hanya mencocokkan simbol di tiket dengan bus yang ada di terminal dan menebak mungkin itu bus yang akan saya naiki. Untung benar, kalau tidak saya pasti sudah ketinggalan bus. Jalanan di Rusia sangat mulus meskipun di kota juga sangat macet, tetapi driver membawa bus dengan tenang dan nyaman. Berhenti sekali di rest area dengan waktu 15 menit sebelum kemudian melanjutkan perjalanan. Butuh waktu sekitar 4 jam dari Saint Petersburg hingga Veliky Novgorod. Sama dengan naik sleeper train, naik bus di Rusia juga sangat nyaman meskipun jarang sekali bertemu turis Asia seperti saya. Saya ingin mengulang perjalanan bus ini dengan menyusuri golden ring Rusia dengan hanya membawa ransel nanti. Itu dulu sedikit informasi naik sleeper train dan bus di Rusia ya teman-teman, kita lanjutkan ke cerita lainnya! 😊

 

 

 

 

Mudahnya Mengurus Sendiri VISA RUSIA

Rusia terkesan misterius sekaligus buruk karena sebagian kita melihatnya dari film-film Hollywood. Tapi bukankah hal-hal yang misterius itu justru menantang sebagian orang untuk melihat faktanya? Salah satunya saya. Saya sangat tertarik datang ke Rusia untuk membuktikan hal-hal misterius itu.  Maka, saya menyiapkan sendiri proses perjalanan saya ke Rusia, salah satunya mengurus visa Rusia saya sendiri.

Sesulit apa sih mengurus visa Rusia kita sendiri? Jawabannya ; Tidak sulit! Jika anda mau membaca petunjuk proses step by step yang tersebar di internet dan mengikutinya. Dengan mengurus sendiri, anda akan menghemat biaya yang diambil agen sekaligus dapat bonus belajar hal baru mengurus visa Rusia. Karena saya suka belajar hal baru dan tidak punya uang untuk berbagi dengan agen, maka saya lebih suka melakukan semuanya sendiri.

Dokumen apa saja yang harus disiapkan untuk mengurus visa Rusia?

  1. Passpor yang masih berlaku sekurangnya 6 bulan sebelum keberangkatan dan harus ada halaman kosong, jangan sampai halaman passpor anda sudah dicap semua sehingga tidak menyisakan halaman kosong.
  2. Invitation Letter yang harus disertakan saat mengajukan dokumen. Invitation Letter ini akan saya jelaskan nanti.
  3. Pas foto berwarna 3.5×4,5 satu lembar, dengan background putih. Foto ini nanti untuk ditempelkan di formulir dan saya tidak diminta foto yang lain lagi.
  4. Tiket Pesawat return Jakarta-Rusia yang sudah dibayar lunas.
  5. Formulir aplikasi visa Rusia yang sudah diisi secara online, kemudian diprint dan dilengkapi dengan foto kita. Petunjuk pengisian formulir dan link-nya bisa anda search sendiri di internet. Sangat mudah tinggal mengikuti saja.
  6. Menyiapkan uang USD untuk membayar visa. USD 80 untuk single entry dengan waktu regular sekitar 14 hari dan USD 160 untuk single entry kilat 5 hari. Biaya untuk double entry atau multiple entry bisa anda cek di website kedutaan Rusia. Sebaiknya anda membawa uang dollar karena kedutaan hanya menerima pembayaran menggunakan USD.

Ada nggak dokumen lain yang perlu disiapkan sebagai pendukung? Saya selalu menyiapkan semua dokumen pendukung meskipun tidak selalu diambil oleh kedutaan karena saya malas bolak-balik ke rumah saya yang di planet lain sementara lokasi kedutaan jauh, jika dokumen itu diperlukan.

  1. Print out semua penginapan yang telah saya pesan dengan bukti PAID.
  2. Print out tiket sambungan antar kota (kereta malam, bus, pesawat dalam Rusia) yang telah saya pesan dengan bukti PAID.
  3. Fotocopy hartu identitas/KTP.
  4. Itinerary perjalanan selama di Rusia, tidak harus detail tetapi itinerary ini bersesuian dengan penginapan, tiket antar kota dan invitation letter.
  5. Asuransi perjalanan, meskipun ini dikembalikan oleh pihak kedutaan. Saya selalu membuat asuransi perjalanan untuk berjaga-jaga jika sesuatu terjadi maka saya tidak terlalu merepotkan keluarga saya. Dan salah satu asuransi perjalanan mengcover satu orang biaya keluarga yang berkunjung karena kita sakit di negara tersebut, hingga pemulangan jenazah sampai negara asal.

Apakah persyaratan visa Rusia tidak menggunakan bank reference dan jumlah uang tertentu di rekening seperti visa Scengen, United Kingdom atau beberapa negara lainnya? Tidak! Visa Rusia tidak memerlukan syarat rekening tabungan. Tetapi yang diwajibkan adalah invitation letter dari biro resmi perjalanan di Rusia dan menggunakan bahasa Rusia. Terus gimana cara mendapatkan invitation letter ini? Mereka yang tinggal di hotel sebagian bisa minta invitation letter ke hotel tersebut. Tetapi pihak kedutaan memiliki agen resmi yang mereka percaya yaitu www.brovenik.com. Kita tinggal klik brovenik.com dan disana sudah ada petunjuk dalam bahasa Inggris bagaimana mendapatkan invitation letter itu. Kita akan mengisi formulir kecil, lalu membayar $39.5. Dalam 24 jam invitation letter itu akan dikirimkan ke email kita dalam bentuk PDF dan siap di print untuk digunakan sebagai dokumen syarat pengajuan visa. Semudah itu! Iya, asal kita mau membaca dan mengikuti petunjuknya saja kok!

Formulir isian Visa online

 

Setelah dokumen lengkap, kita datang ke kedutaan Rusia yang ada di seberang Plaza Festival kawasan Kuningan. Tapi jangan harap datang begitu saja akan dapat nomor antrian. Pelayanan di sini masih manual. Kita akan menulis nama kita di dinding pagar kedutaan pada jam 5 pagi agar mendapat nomor antrian sebelum 10 orang (karena mereka hanya melayani 10 nomor, soal ini jangan tanyakan ke saya, saya juga nggak ngerti kenapa di zaman seperti ini, pelayanan antrian masih manual). Lalu kita datang lagi jam 8.30, saat pagar kedutaan hampir buka. Jangan lupa setelah anda menulis nama anda di dinding pagar itu anda potret, jadi misalnya petugas mengatakan nama anda tidak ada, anda masih memiliki buktinya dalam foto itu.

Kedutaan Besar Rusia di Jakarta

Proses memasukkan dokumen tidak begitu rumit, jika semua dokumen lengkap, anda akan mendapatkan kwitansi pembayaran untuk pengambilan visa anda diwaktu yang telah ditentukan. Jika dokumen anda belum lengkap maka akan dikembalikan dan anda diminta untuk memenuhi kekurangan itu. Jadi keutungan pengurusan visa Rusia, kita tidak akan kehilangan uang yang kita bayarkan karena jika dokumen sudah lengkap dan membayar bisa dipastikan kita akan mendapatkan visa.

Kwitansi bukti penerimaan dokumen dan pembayaran untuk pengambilan visa

Dua minggu kemudian, saya mengambil visa saya. Tanpa menggunakan nomoe antrian dan mereka memberikan passport beserta visa di dalamnya sekitar jam 12 siang. Sebaiknya anda datang jam 11-12 untuk pengambilan visa. Karena pagi hari mereka masih mengurus dokumen-dokumen yang masih seabrek meskipun nomor yang mereka berikan hanya 10 biji. Hidup di era online membuat hal-hal manual terasa menyesakkan, tetapi demi bisa melihat Rusia, saya tidak keberatan! Akhirnya saya dapatkan visa saya, dan pengalaman itu saya share ke teman-teman semua. Jangan ragu mengurus visa sendiri!

 

 

 

VINH HUNG HOI AN, VIETNAM ; LIBRARY HOTEL UNTUK PECINTA BUKU

Anda suka membaca buku disela perjalanan sambil leyeh-leyeh di hotel yang nyaman? Jika perjalanan anda sampai kota tua Hoi An, Vietnam, saya merekomendasikan Vinh Hung Library hotel. Hotel yang terletak tepat di kota tua Hoi An ini selain memiliki desain yang klasik dan cantik juga berkonsep library.

Sebagi backpacker sebenarnya saya lebih suka menginap di hostel karena jelas lebih murah dan akan menemukan banyak teman baru dari berbagai negara jika saya tinggal di dormitori. Cerita teman-teman baru dari berbagai negara ini menjadi amunisi buat saya menulis. Tetapi saat memilih-milih hostel di Hoi An saya malah menemukan hotel library ini di mesin pencari. Saya yang biasanya memang selalu membawa buku untuk dibaca dalam setiap perjalanan, ingin merasakan atmosfir yang berbeda dengan menginap di sini.

Saat sopir taksi menurunkan saya di depan hotel, saya langsung penasaran melihat desain unik di bagian depan. Begitu memasuki ruang resepsionis, tampak berbagai macam buku ditata rapi dan siap dibaca. Koleksinya pun tidak sedikit dan mencakup buku dari berbagai belahan dunia. Didominasi novel dan buku perjalanan, siapa saja bebas membawa buku yang ada di rak untuk dibaca asal dikembalikan.

Ada dua tipe kamar yang bisa kita sewa yaitu kamar dengan balkon yang berada di lantai atas, dan kamar tanpa balkon yang berada di lantai satu. Dilengkapi dengan wifi, kolam renang dan cafe kecil hotel ini sangat nyaman. Kamar saya ada di lantai dua dengan balkon yang memiliki pemandangan kota Hoi An meskipun pemandangan ini tidak terlalu cantik karena membentur jalanan gang. Di dalam kamar juga terdapat beberapa buku yang siap dibaca. Tampak buku populer dan wajib buat para pejalan “Eat, Pray and Love” di atas rak dan beberapa novel barat.  Desain kamarnya juga sangat unik dan klasik. Dengan barang-barang klasik khas Vietnam anda pecinta hal-hal eksotis akan menyukai hotel ini. Tak hanya di dalam kamar dan di ruang resepsionis buku-buku itu berada, di pojokan lorong hotel juga terdapat rak-rak buku yang siap dibaca. Bahkan saat sarapan pagi, di sekeliling ruang makan juga dipenuhi buku yang ditata sedemikian menarik.

Anda pecinta buku? Jangan lupa menginap di sini, saya yakin anda tak akan kecewa!

 

TIPS KELILING EROPA MURAH

Setiap mendengar kata Eropa yang terbayang di kepala kita pasti satu kata, “MAHAL!”. Memang benar Eropa mahal apalagi untuk pengguna mata uang rupiah. Di Eropa, mata uang rupiah seakan tiada harganya. Lantas bagaimana mewujudkan mimpi keliling Eropa dengan “acuan” kata mahal itu? Apakah kita perlu menunggu sampai kaya raya baru bisa keliling Eropa? Saya sih, nggak mau menunggu sampai kaya dulu baru keliling Eropa.  Takutnya saat menjadi kaya ternyata tidak sehat atau buruknya tidak punya umur lagi. So, banyak cara menuju Roma, banyak cara menuju Eropa! Itu bener banget! Jadi gimana dong caranya? Ini cara saya, mungkin akan beda dengan cara Anda, karena itu tadi, banyak jalan menuju Eropa!

Saya keliling Eropa satu bulan secara backpacker bersama beberapa teman. Semua persiapan mulai dari tiket, penginapan, rute perjalanan, makanan dan semua hal yang menyangkut kebutuhan traveling kami urus sendiri. Saya sih suka melakukan semuanya karena jadi belajar banyak hal dan tidak bergantung pada penyedia paket perjalanan. Satupun kami tidak menggunakan jasa agen atau paket perjalanan. Dengan cara itu kami bisa irit lebih dari setengah harga paket yang ditawarkan oleh travel tour.  Saya keliling London, Skotlandia, Paris, Geneva, Vienna, Praha, Amsterdam dengan biaya Rp. 29 juta selama satu bulan. Kalau menggunakan paket perjalanan minimal biaya pasti dua kali lipat. Iya dong, kita kan perlu membayar biaya penyelenggara paket tour. Iya kan?

Nah, apa saja sih yang mesti disiapkan untuk perjalanan murah ala saya ini?  Oke, saya akan share di sini, mungkin bisa berguna buat teman-teman yang ingin keliling Eropa dengan cara murah.

 

TIKET PROMO

Mencari tiket promo ini penting bahkan menjadi kunci murahnya perjalanan. Kita bisa mendapatkan tiket promo dengan mencegatnya melalui informasi group-group traveling.  Rajin-rajinlah mengecek group traveling yang selalu berbagi informasi tiket promo karena mereka selalu share seluk beluk tiket promo. Jangan kuatir tidak kebagian, tiket promo ini pada tahun-tahun terakhir banyak sekali dan mudah di dapatkan. Pesawat-pesawat full bujet dengan pelayanan yang bagus seperti Qatar, Etihad dan Emirates juga berlomba mengadakan promo. Bahkan Garuda meski harganya masih mahal buat kantong saya juga promo. Saya sendiri mendapatkan tiket Etihad multicity promo dengan pembelian setahun sebelum keberangkatan di harga Rp. 5,6 juta return dengan rincian perjalanan Jakarta- London kemudian kembali dari Amsterdam – Jakarta.

 

TIKET SAMBUNGAN ANTAR NEGARA

Bus merupakan transportasi murah sambungan antar negara. Tetapi ada kalanya kereta dan pesawat juga murah. Tiket promo sambungan antar negara biasanya untuk pembelian tiga bulan sebelum keberangkatan. Saya mencegatnya dengan menggunakan aplikasi GOEURO di android, FLIXBUS dan STUDENT AGENCY. Dengan selalu mengecek aplikasi itu kita akan tahu saat harga termurah muncul. Saya membeli tiket sambungan dengan harga yang lumayan murah. Misalnya London-Skotlandia menggunakan bus mendapat harga Rp.60 ribu, busnya bagus dan nyaman. Skotlandia-London menggunakan pesawat Ryan Air dengan harga Rp.200 ribu. Dan sambungan lain menggunakan kereta seperti Paris-Geneva yang kami beli dengan harga lebih murah dari harga normal. Sebelum berangkat ke Eropa, kami sudah membeli semua tiket sambungan antar negara dengan harga promo. Memang paling murah menggunakan bus, tetapi ada kalanya pesawat lebih murah dari bus jika harga promo. Hanya saja menggunakan pesawat untuk sambungan antar negara itu ribet karena proses check in sementara menggunakan kereta atau bus tinggal masuk dan duduk menunggu berangkat. Saya menyarankan jika anda punya banyak waktu lebih baik menggunakan bus atau kereta daripada pesawat.

 

PENGINAPAN

Penginapan di Eropa kebanyakan mahal, tetapi tetap bisa kita diakali. Pembelian harus jauh-jauh hari sebelum keberangkatan karena mendekati tanggal berangkat semakin mahal. Banyak pilihan penginapan yang bisa dipakai para backpacker. Tidak hanya hostel tetapi bisa airbnb. Menggunakan airbnb tentu lebih irit jika bersama banyak orang karena harganya akan dibagi. Tetapi kelemahan airbnb, kebanyakan jauh dari pusat kota sehingga perlu biaya transportasi lagi. Sementara hostel dengan tipe dormitory bisa menjadi pilihan murah dengan lokasi lebih strategis.  Sekali lagi, mencari informasi tentang penginapan yang direkomendasikan teman-teman traveler sangat dianjurkan, sehingga tidak salah pilih.

 

MAKANAN

Untuk sarapan kami membawa makanan instant dari Indonesia seperti indomie, energen dan biskuit. Kami biasanya makan sehari dua kali dan jika porsinya besar, kami bisa makan berbagi. Porsi makanan di Eropa itu besar sehingga kita bisa berbagi berdua atau bahkan bertiga. Karena saya tinggal di airbnb, saya memasak sendiri dengan membeli bahan masakan di minimarket.

 

INFORMASI NEGARA YANG KITA KUNJUNGI

Sebelum berangkat kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya melalui berita, artikel, grup traveler dan bertanya langsung ke mereka yang tinggal disana. Informasi ini sangat berharga agar kita bisa tahu apa yang mesti kita pilih dan kita lakukan selama perjalanan. Saya hampir semua informasi di negara yang saya lewati saya catat dalam buku kecil. Mulai dari mata uang, penukaran uang yang aman, tempat wisata, makanan, penginapan, kebiasaan orang setempat hingga tempat-tempat yang tidak banyak dikunjungi turis. Jangan lupa kartu transportasi yang akan kita gunakan di negara yang kita kunjungi jika kemungkinan bisa mendapatkan kartu yang lebih murah dari harga normal.

Masih banyak sebenarnya tips untuk mengirit perjalanan ke Eropa, yang saya tuliskan diatas hanya yang besar-besar, ohya, yang terpenting juga tidak banyak belanja. Saya sih tidak suka belanja sambil traveling jadi saya juga irit disini. Paling banter hanya membeli tempelan kulkas untuk kenang-kenangan. So…. sebenarnya ke Eropa nggak harus nunggu kaya kalau kita tahu jalan lain menuju Eropa. Let’s go!

 

Tips Keliling Eropa Murah


Setiap mendengar kata Eropa yang terbayang di kepala kita pasti satu kata, “MAHAL!”. Memang benar Eropa mahal apalagi untuk pengguna mata uang rupiah. Di Eropa, mata uang rupiah seakan tiada harganya. Lantas bagaimana mewujudkan mimpi keliling Eropa dengan “acuan” kata mahal itu? Apakah kita perlu menunggu sampai kaya raya baru bisa keliling Eropa? Saya sih, nggak mau menunggu sampai kaya dulu baru keliling Eropa.  Takutnya saat menjadi kaya ternyata tidak sehat atau buruknya tidak punya umur lagi. So, banyak cara menuju Roma, banyak cara menuju Eropa! Itu bener banget! Jadi gimana dong caranya? Ini cara saya, mungkin akan beda dengan cara Anda, karena itu tadi, banyak jalan menuju Eropa! 
 

 

Saya keliling Eropa satu bulan secara backpacker bersama beberapa teman. Semua persiapan mulai dari tiket, penginapan, rute perjalanan, makanan dan semua hal yang menyangkut kebutuhan traveling kami urus sendiri. Saya sih suka melakukan semuanya karena jadi belajar banyak hal dan tidak bergantung pada penyedia paket perjalanan. Satupun kami tidak menggunakan jasa agen atau paket perjalanan. Dengan cara itu kami bisa irit lebih dari setengah harga paket yang ditawarkan oleh travel tour.  Saya keliling London, Skotlandia, Paris, Geneva, Vienna, Praha, Amsterdam dengan biaya Rp. 29 juta selama satu bulan. Kalau menggunakan paket perjalanan minimal biaya pasti dua kali lipat. Iya dong, kita kan perlu membayar biaya penyelenggara paket tour. Iya kan?

 

 

 

Nah, apa saja sih yang mesti disiapkan untuk perjalanan murah ala saya ini?  Oke, saya akan share di sini, mungkin bisa berguna buat teman-teman yang ingin keliling Eropa dengan cara murah.

 

 

 

1.   TIKET PROMO

 

Mencari tiket promo ini penting bahkan menjadi kunci murahnya perjalanan. Kita bisa mendapatkan tiket promo dengan mencegatnya melalui informasi group-group traveling.  Rajin-rajinlah mengecek group traveling yang selalu berbagi informasi tiket promo karena mereka selalu share seluk beluk tiket promo. Jangan kuatir tidak kebagian, tiket promo ini pada tahun-tahun terakhir banyak sekali dan mudah di dapatkan. Pesawat-pesawat full bujet dengan pelayanan yang bagus seperti Qatar, Etihad dan Emirates juga berlomba mengadakan promo. Bahkan Garuda meski harganya masih mahal buat kantong saya juga promo. Saya sendiri mendapatkan tiket Etihad multicity promo dengan pembelian setahun sebelum keberangkatan di harga Rp. 5,6 juta return dengan rincian perjalanan Jakarta- London kemudian kembali dari Amsterdam – Jakarta.

 

 

 

2. TIKET SAMBUNGAN ANTAR NEGARA

 

Bus merupakan transportasi murah sambungan antar negara. Tetapi ada kalanya kereta dan pesawat juga murah. Tiket promo sambungan antar negara biasanya untuk pembelian tiga bulan sebelum keberangkatan. Saya mencegatnya dengan menggunakan aplikasi GOEURO di android, FLIXBUS dan STUDENT AGENCY. Dengan selalu mengecek aplikasi itu kita akan tahu saat harga termurah muncul. Saya membeli tiket sambungan dengan harga yang lumayan murah. Misalnya London-Skotlandia menggunakan bus mendapat harga Rp.60 ribu, busnya bagus dan nyaman. Skotlandia-London menggunakan pesawat Ryan Air dengan harga Rp.200 ribu. Dan sambungan lain menggunakan kereta seperti Paris-Geneva yang kami beli dengan harga lebih murah dari harga normal. Sebelum berangkat ke Eropa, kami sudah membeli semua tiket sambungan antar negara dengan harga promo. Memang paling murah menggunakan bus, tetapi ada kalanya pesawat lebih murah dari bus jika harga promo. Hanya saja menggunakan pesawat untuk sambungan antar negara itu ribet karena proses check in sementara menggunakan kereta atau bus tinggal masuk dan duduk menunggu berangkat. Saya menyarankan jika anda punya banyak waktu lebih baik menggunakan bus atau kereta daripada pesawat.

 

 

 

3 3.PENGINAPAN

 

Penginapan di Eropa kebanyakan mahal, tetapi tetap bisa kita diakali. Pembelian harus jauh-jauh hari sebelum keberangkatan karena mendekati tanggal berangkat semakin mahal. Banyak pilihan penginapan yang bisa dipakai para backpacker. Tidak hanya hostel tetapi bisa airbnb. Menggunakan airbnb tentu lebih irit jika bersama banyak orang karena harganya akan dibagi. Tetapi kelemahan airbnb, kebanyakan jauh dari pusat kota sehingga perlu biaya transportasi lagi. Sementara hostel dengan tipe dormitory bisa menjadi pilihan murah dengan lokasi lebih strategis.  Sekali lagi, mencari informasi tentang penginapan yang direkomendasikan teman-teman traveler sangat dianjurkan, sehingga tidak salah pilih.

 

 

 

4 5. MAKANAN

 

Untuk sarapan kami membawa makanan instant dari Indonesia seperti indomie, energen dan biskuit. Kami biasanya makan sehari dua kali dan jika porsinya besar, kami bisa makan berbagi. Porsi makanan di Eropa itu besar sehingga kita bisa berbagi berdua atau bahkan bertiga. Karena saya tinggal di airbnb, saya memasak sendiri dengan membeli bahan masakan di minimarket.

 

 

 

5 6. INFORMASI NEGARA YANG KITA KUNJUNGI

 

Sebelum berangkat kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya melalui berita, artikel, grup traveler dan bertanya langsung ke mereka yang tinggal disana. Informasi ini sangat berharga agar kita bisa tahu apa yang mesti kita pilih dan kita lakukan selama perjalanan. Saya hampir semua informasi di negara yang saya lewati saya catat dalam buku kecil. Mulai dari mata uang, penukaran uang yang aman, tempat wisata, makanan, penginapan, kebiasaan orang setempat hingga tempat-tempat yang tidak banyak dikunjungi turis. Jangan lupa kartu transportasi yang akan kita gunakan di negara yang kita kunjungi jika kemungkinan bisa mendapatkan kartu yang lebih murah dari harga normal.

 

 

 

 

Masih banyak sebenarnya tips untuk mengirit perjalanan ke Eropa, yang saya tuliskan diatas hanya yang besar-besar, ohya, yang terpenting juga tidak banyak belanja. Saya sih tidak suka belanja sambil traveling jadi saya juga irit disini. Paling banter hanya membeli tempelan kulkas untuk kenang-kenangan. So…. sebenarnya ke Eropa nggak harus nunggu kaya kalau kita tahu jalan lain menuju Eropa. Let’s go!