Saya menyukai hal-hal berbau klasik dan eksotis. Begitu juga saat traveling. Tempat yang tidak akan saya lewatkan adalah mengunjungi kota tua (OLD TOWN) di setiap negara yang saya lewati. Karena bangunan-bangunan lawas eksotis itu akan bicara banyak hal sekaligus mengajarkan nilai-nilai tertentu pada saya. Jika bangunan-bangunan lawas itu masih berdiri megah hingga saat ini, ada dua hal yang saya kagumi. Pendirinya ratusan tahun yang lalu sekaligus mereka yang berusaha menjaga kelestariannya hingga saat ini. Tidak mudah melestarikan sebuah peninggalan bersejarah berupa bangunan, kenyataannya di negara saya sendiri kebanyakan sudah tinggal puing-puing. Maka, berikut 10 kota tua cantik di dunia yang pernah saya kunjungi dan saya sarankan untuk anda kunjungi jika kebetulan anda lewat di negara tersebut.
1. KOTA TUA EDINBURGH (EDINBURGH OLD TOWN)

Saya tiba di Edinburgh pagi hari setelah naik bus semalaman dari London. Begitu keluar terminal bus, udara dingin 9 derajat sudah menunggu. Tetapi tidak hanya itu yang menunggu saya, begitu kaki menapak trotoar, bangunan-bangunan masa lalu yang yang sangat indah dan sudah berumur seabad lebih menjulang di mana-mana. Seperti time traveler ke masa lalu atau jika anda penggemar serial Harry Potter maka anda akan merasa hidup satu tempat dengan penyihir berwajah imut itu. Hanya saja orang-orang yang melintas di jalanan menggunakan jaket tebal, sepatu boots, bukan pakaian seabad lalu yang penuh renda-renda. Sayapun melanjutkan berjalan kaki menyusuri Princess street menuju hostel yang sudah saya pesan. Ternyata hostel yang saya pesan tepat berada di tengah kota tua Edinburgh, bahkan keluar sedikit dari pintunya sudah sampai Royal Mile.
Apa itu Royal Mile? Royal Mile adalah sebuah kawasan yang menjadi jantung kota tua Edinburgh. Di jalanan ini banyak bangunan bersejarah yang bisa kunjungi para turis seperti Kastil Edinburgh (Edinburgh castle), Holyrood Palace, museum nasional Skotlandia, St. Gilles Katedral. Museum penulis, pasar tradisional, gedung parlemen Skotlandia dan Universitas Edinburgh. Oh ya, jika anda penggemar Harry Potter, di kota tua inilah penulisnya JK. Rowling menuliskan bab-bab awal Harry Potter di salah satu kafe bernama The Elephant House yang kemudian menjadi sangat terkenal untuk dikunjungi turis dari seluruh dunia. Saya sengaja menikmati kopi di kafe ini di meja dekat tempat JK. Rowling menulis yang menghadap ke jendela terbuka dengan pemandangan Kastil Edinburgh. Tak hanya kafe yang menjadi jejak Harry Potter, tapi juga Victoria Street yang menjadi inspirasi JK.Rowling untuk menciptakan Diagon Alley. Di sini juga ada toko souvenir antik seperti The Boys Wizard yang menjual barang-barang sihirnya Harry Potter. Selain bangunan-bangunan bersejarah itu. Edinburgh juga menjadi rumah bagi para penemu besar di dunia seperti David Hume, Adam Smith dan Robert Burns yang direpresentasikan dengan patung-patung mereka di setiap sisi jalan.
Jalanan Royal Mile juga menyediakan atraksi-atraksi menarik seperti festival dan pertunjukan pada waktu-waktu tertentu. Jika anda ingin menyusuri kota tua lebih mendalam, banyak tersedia paket tour berbayar ataupun gratis. Ada banyak tour gratis berjalan kaki mengelilingi kota tua bersama banyak turis dengan titik kumpul di satu tempat yang dipandu guide orang lokal. Biasanya peserta akan memberi tips sukarela kepada guide lokal tersebut. Bahkan pada malam hari ada paket tour mengunjungi tempat-tempat berhantu. Dan jangan kuatir, jika anda lelah atau lapar banyak restoran di sisi jalanan Royal Mile dan kafe-kafe cantik. Bahkan restoran bertulisan halal di pintunya juga ada jika anda muslim. Toko-toko yang menjual pakaian khas Skotlandia dan penjual makanan khas Skotlandia juga tersedia di sepanjang jalan ini. Dan pada senja harinya, anda bisa menikmati matahari terbenam dari Calton Hill. Dari ketinggian yang bisa dijangkau dengan jalan kaki dari pusat kota ini, anda bisa melihat keseluruhan kota Edinburgh yang seperti di negeri dongeng tersapu sinar matahari keemasan. Saya yakin anda tak mau melewatkan kota tua yang sangat cantik ini jika berkunjung ke Britania Raya.
2. KOTA TUA GENEVA (GENEVA OLD TOWN)

Orang-orang pergi ke Switzerland atau Swiss biasanya untuk menikmati panorama alam yang luar biasa cantiknya seperti ke Luzern, Lauterbrunnen, Grindelwald, Interlaken dan banyak yang lainnya, tetapi saya malah datang ke Geneva. Selain danau yang cantik dengan bebek-bebek berenang di dalamnya, kota ini memanjakan pejalan kaki dengan trotoar yang luas dan nyaman. Jika anda tinggal di hostel ataupun hotel akan mendapat kartu transportasi gratis selama di Geneva karena memang transportasi umum di Geneva gratis. Jadi anda bisa keliling kota sepuasnya naik tram dan bus tanpa membayar. Selain gedung PBB Geneva yang ingin saya kunjungi disini, tentu saja kota tua Geneva.
Mengunjungi kota tua Geneva pada senja hari bukanlah waktu yang tepat. Tapi saya membayangkan keliling kota tua pada waktu senja bakal mengasyikkan. Kenyataanny memasuki waktu senja kota sudah mulai sepi nyaris seperti mati. Tetapi kota tua Geneva sangat menarik untuk dijelajahi meskipun hanya kecil saja. Perancis menyebut kota tua Geneva sebagai Vieille Ville yang merupakan kawasan kecil berbentuk bujur sangkar yang didalamnya terdapat bangunan-bangunan lawas yang digunakan sebagai kafe-kafe cantik dan artistik, restoran (Cafe De Ville), galleri, museum sejarah Geneva (Maison Tavel), tempat bersejarah yang menjadi hotel terkenal yaitu Hotel de Ville dan Katedral St. Peter (St.Peter’s Cathedral). Di tempat ini kita juga diajak kembali ke Geneva ratusan tahun lalu. Jika waktunya tepat kita bisa menikmati festival l’Escalaude yang hanya ada dua tahun sekali. Tapi saat saya ke sana sedang tidak ada festival.
Di sekitar kota tua Geneva terdapat mall, tempat makan dan pendestrian yang banyak dikunjungi turis. Tetapi karena saya ke sana sore maka semua tempat sudah tutup. Bahkan kota sudah sangat sepi. Meskipun tidak banyak yang bisa saya ekplore tetapi kota tua Geneva menjadi salah satu kota tua yang sangat menarik untuk dikunjungi.
3. KOTA TUA KYOTO (KYOTO OLD TOWN)

Selain tempat kelahiran Doraemon, Jepang menyimpan kekayaan zaman kekaisaran Edo yang masih dilestarikan di banyak Prefektur di Jepang. Salah satu tempat yang masih menyimpan eksotisme masa lalu itu adalah Kyoto. Saya tiba di Kyoto setelah semalaman naik bus dari Tokyo. Berbeda jauh dengan Tokyo yang hingar bingar dengan hal-hal modern, Kyoto sangat tenang dan penuh keindahan masa lalu.
Saya menjelajahi Kyoto dari Kiyomizudera temple yang sudah berumur lebih dari seribu tahun. Dibangun dari kayu yang tidak lapuk dengan jalanan yang menanjak dengan taman-taman di pinggirannya yang sangat cantik. Lalu mengunjungi Sogano Bamboo Forest yang didalamnya terdapat kuil Tenryu, kuil Zen terbesar di Jepang dan Fushimi Inaro Taisha, lorong panjang dengan deretan torri (dua batang palang sejajar yang disangga dua batang tiang vertikal berwarna oranye). Dan sorenya saya mengunjungi Gion district. Disinilah sebenarnya old town itu karena deretan rumah-rumah kuno peninggalan kekaisaran Edo banyak terdapat disini berjajar dan masih digunakan sebagai tempat tinggal, tempat minum teh, penginapan bahkan rumah tinggal. Keaslian rumah-rumah kuno itu masih terjaga hingga saat ini. Di district ini kita juga bisa bertemu Geisha yang bekerja di rumah-rumah minum teh untuk memainkan kesenian tradisional Jepang. Meskipun hanya district kecil saja, tetapi tempat ini sangat menarik dikunjungi pecinta kota tua.
4. KOTA TUA TAKAYAMA (TAKAYAMA OLD TOWN)

Takayama berada di Prefektur Gifu, yang dikelilingi oleh pegunungan. Bisa disebut sebagai pedesaan Jepang meskipun kenyataanya Takayama tidak seperti desa yang saya bayangkan. Lebih mirip kota kecil yang penghuninya kebanyakan manula dan ketika bulan Mei saya berkunjung udaranya sangat panas. Memang alam pedesaan dalam mimpi saya hanya ada di Shirakawa Go yang terletak diantara pegunungan, banyak tanaman dan bunga-bunga liar yang indah juga sungai-sungai yang jernih. Dan tujuan saya ke Takayama memang awalnya ke Shirakawa Go. Tapi ternyata di Takayama ada Old Town yang terletak di jalan Sannomachi yang kawasannya lebih luas dari Gion Kyoto.
Selama periode Edo, Takayama dipertahankan sebagai kota budaya dan dagang. Di sepanjang jalan Sannomachi ini kita bisa melihat budaya periode Edo yang masih dipertahankan. Tampak bangunan-bangunan lawas dari kayu yang digunakan sebagai kafe, restoran, toko souvenir, tempat penginapan khas Jepang yang dinamakan Ryokan juga sebagai tempat tinggal. Ada rumah pembuatan sake yang bisa dikunjungi dan dicicipi juga sake-nya dengan gratis. Jika anda penggemar nuansa eksotis kekaisaran Edo, anda tak akan melewatkan jalan Sannomachi di Takayama.
5. KOTA TUA PHUKET (PHUKET OLD TOWN)

Sebagian besar turis yang berkunjung ke Phuket ingin menikmati pantai, tetapi saya malah menginap di dekat kota tua Phuket. Kota tua Phuket lumayan luas untuk dijelajahi. Dan sebaiknya menjelajah dengan berjalan kaki. Karena sepanjang menyusuri trotoar kota tua, kita akan menemukan banyak bangunan antik dan eksotis yang sayang untuk dilewatkan jika kita naik mobil. Bisa juga menggunakan tuk-tuk tetapi jalanan hanya satu arah, jadi kemungkinan akan memutar dan kembali ke jalanan semula.
Bangunan-bangunan lawas bergaya Portugis menjadi saksi pengaruh Eropa di kota Phuket sekitar abad 16 hingga 18. Kota ini memang mengundang kedatangan kaum kolonial dengan kekayaan timah yang dimilikinya sebagai komoditi yang sangat mahal. Sementara para pekerjanya datang dari Cina sehingga bangunan sehingga ada nuansa Cina yang warna-warni di bangunan-bangunan lawas itu.
Saat ini bangunan-bangunan lawas itu digunakan sebagai kafe, restoran, penginapan bahkan tempat tinggal. Arsitekturnya masih dipertahankan sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi turis untuk mengunjunginya. Jika anda muslim dan mencari makanan halal, jangan kuatir. Ada beberapa restoran Malaysia yang menyediakan makanan halal di jalanan kota tua ini. Phuket Old Town jangan sampai anda lewatkan kalau anda berkunjung ke Phuket.
6. KOTA TUA CHIANG MAI (CHIANG MAI OLD TOWN)

Satu kota tua lagi di Thailand yang pernah saya kunjungi adalah Chiang Mai Old Town. Chiang Mai dengan sebutan “Mawar dari Utara” merupakan satu kota cantik yang berada di Thailand bagian utara. Berada di dataran tinggi, Chiang Mai memiliki suhu lebih dingin di banding Phuket atau Bangkok. Dan memasuki Chiang Mai seperti memasuki kota seribu candi karena ada ratusan candi di dalamnya yang sangat menarik untuk di jelajahi.
Kota tua Chiang Mai sendiri merupakan kawasan bujur sangkar yang di dalamnya terdapat rumah-rumah peninggalan masa lalu dan candi-candi yang dibangun ratusan tahun lalu. Kawasan bujur sangkar ini merupakan peninggalan kerajaan Lanna kuno yang menjadi cikal bakalnya bangsa Thailand. Di kelilingi oleh parit dan tembok yang sebagian telah menjadi puing di beberapa sisi dan tidak diperbolehkan ada bangunan baru di dalam kawasan bujur sangkar ini. Jadi di dalam kawasan kota tua ini hanya ada rumah-rumah masa lalu yang masih dijaga kelestariannya dan candi-candi.
Pada akhir pekan, di dalam kota kuno ini ada pasar malam yang sangat ramai. Posisi pasar malam ini juga berada di sepanjang jalur kota tua. Berbagai souvenir dan makanan khas Chiang Mai ada di sini. Bahkan ada pertunjukan seni yang bisa dinikmati.
7. KOTA TUA HOI AN (HOI AN OLD TOWN)

Kota tua Hoi An berada di Vietnam sekitar satu jam dari kota Da Nang. Jika anda naik pesawat, dari bandara Da Nang perlu sekitar satu jam untuk sampai kota tua Hoi’an. Ini salah satu kota tua favoritku bahkan saya pengen bulan madu ke sini suatu saat nanti. Saya tiba di Hoi An sekitar jam 7 malam, naik taksi dari bandara Da Nang. Tetapi harus hati-hati kalau memilih taksi, gunakan taksi yang benar-benar direkomendasikan sehingga tidak tertipu dengan argo kuda.
Kota tua Hoi An sangat romantis pada malam hari karena seluruh lampu yang menyala di kota ini berbentuk lampion-lampion yang sangat cantik. Di tengah kota tua kecil ini ada sungai yang mengalir tenang dan perahu-perahu dengan hiasan lampion cantik hilir mudik membawa pasangan-pasangan melintasi sungai sambil menikmati malam. Tidak hanya lampu-lampu itu, tetapi bangunan-bangunan lawas dan jalanan sempit di Hoi An berusia ribuan tahun dengan arsitektur perpaduan gaya lokal dengan pengaruh Jepang dan Tiongkok sangat menarik untuk dijelajahi. Hoi An merupakan salah satu World Heritage Site kategori pelabuhan dagang Asia Tenggara abad ke 15 hingga 19 yang masih terawat dengan baik hingga saat ini.
Bangunan-bangunan lawas ini digunakan sebagai rumah tinggal, hotel, restoran, kafe-kafe cantik, toko-toko baju dan souvenir serta tempat pertunjukan seni. Hanya saja jika anda berkunjung siang hari situasinya tidak semenarik malam hari dan sangat panas karena kota pelabuhan. Sementara pada malam hari, semua tempat ini akan tutup tepat jam 9 malam. Saya sebenarnya ingin menghabiskan malam nongkrong di kafe sambil menikmati lampu-lampu lampion yang cantik, tetapi tepat jam 9 malam kafe-kafe ini sudah tutup, listrik dimatikan dan kondisi jadi sangat sepi seperti kota mati. Tapi meski begitu, Hoi An tetap salah satu kota favorit saya.
8. KOTA TUA SHANGHAI (SHANGHAI OLD TOWN)

Shanghai Cina sebenarnya kota metropolis yang sangat gemerlap. Tapi di sini kita bisa menemukan Old Street yang menyuguhkan nuansa masa lalu Cina. Begitu memasuki jalanan ini, kita akan melihat kuil dan Vihara yang membawa kita ke masa lalu Cina. Di kawasan ini kita juga bisa menemukan taman terkenal di Shanghai yang bernama Yuyuan Garden, sebuah taman yang dibangun poada masa Dinasti Ming sekitar tahun 1559. Dengan kolam yang cantik dan bangunan lawas yang eksotis, taman ini menjadi incaran para turis saat mengunjungi Shanghai. Tidak hanya Yuyuan Garden, di tempat ini banyak bangunan tua yang digunakan sebagai tempat berjualan souvenir dan makanan khas Cina. Bahkan di sekitar tempat ini juga ada masjid dan kuil. Sebaiknya jika ingin mampir ke tempat ini jangan musim liburan karena akan sangat penuh turis dan anda tidak akan bisa menikmatinya. Saya sendiri berkunjung ke sana saat turun hujan, jadi meski kurang nyaman ada hal menarik lainnya yaitu melihat air hujan menimpa kolam cantik di taman Yuyuan membuat saya time travel ke abad-abad saat taman itu dibuat. Tempat ini sangat menarik dan rekomended untuk dikunjungi saat anda berada di Shanghai.
9. KOTA TUA XI’AN (XI’AN OLD TOWN)

Tujuan utama saya ke Xi’an adalah museum Terracotta. Tetapi ternyata Xi’an adalah kota kuno yang sangat menarik. Begitu bus yang saya tumpangi memasuki gerbang kota Xi’an saya merasa memasuki abad lampau. Semua bangunan di kota ini kebanyakan masih bernuansa masa lalu, jadi saya merasa benar-benar hidup di masa itu. Xi’an Moslem Quarter adalah tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi selain naik ke benteng-benteng yang mengelilingi seluruh kota Xi’an. Jika ingin naik ke benteng-benteng yang mengelilingi kota Xi’an baiknya pada pagi hari. Di sana juga disediakan sepeda sehingga anda bisa berkeliling benteng dan melihat keseluruhan kota Xi’an dari ketinggian sambil mengendarai sepeda.
Pada masa dinasti Han ribuan tahun lalu, Xi’an merupakan jalur sutra perdagangan. Banyak pedagang dari Arab dan Persia datang bahkan menetap di Xi’an hingga terbentuklah muslim street. Orang-orang muslim ini dipanggil muslim Hui oleh orang-orang lokal dan mereka berada di Xi’an hingga saat ini.
Moslem Quarter sangat ramai mulai sore hari. Segala jenis makanan khas Xi’an ada di sini, juga souvenir-souvenir. Bangunan-bangunan di sepanjang jalan ini masih kuno dan digunakan sebagai tempat berjualan seperti restoran, kafe dan toko baju. Beberapa tempat makanan khas Xi’an menyediakan atraksi menarik bagaimana makanan itu diolah oleh para chef mereka. Menyusuri sepanjang moslem quarter kita juga bisa berbelok ke gang-gang sempit dimana para penduduk lokal tinggal. Lalu jika kita menyusuri gang itu akan menemukan masjid agung Xi’an. Masjid dengan arsitektur nyaris seperti kuil ini sudah berusia ratusan tahun dan sanggup menampung banyak jamaah. Mengunjungi Xi’an seperti kembali ke masa-masa para pedagang Arab berdatangan lalu menetap di kota ini sehingga saya masih bisa menikmati keramaian moslem quarter.
10. KOTA TUA PENANG (PENANG OLD TOWN)

Jujur saja saya kurang menyukai Kualalumpur, tetapi saya jatuh cinta pada Penang khususnya George Town. Sebenarnya kota ini terkenal sebagai kota berobat bagi orang Indonesia karena banyak rumah sakit bagus di sini. Tetapi jangan salah, Penang juga merupakan satu kota tua yang sangat menarik untuk dikunjungi. Memang sih, tidak seperti kota lain yang banyak dikunjungi muda-mudi bule, saya lebih banyak menemukan manula berjalan-jalan disini. Mungkin karena kotanya sepi dan tenang.
Menyusuri George Town, kita akan menemukan bangunan-bangunan peninggalan serdadu Inggris yang mendarat di pulau itu dan membentuk benteng sekaligus kota pertama mereka. Berdiri sejak tahun 1800-an kawasan kota tua ini dibagi menjadi dua bagian yaitu Core Zone yang berada dekat bibir pantai dan Buffer Zone yang merupakan perluasan kota.
Berjalan mengelilingi George Town kita tidak akan bosan karena di setiap sudut selalu ada mural-mural yang bisa kita gunakan untuk berfoto selain bangunan-bangunan klasik yang masih terawat dengan baik. Tetapi jika kecapekan, kita bisa naik becak yang banyak mangkal di sepanjang sisi jalan. Bangunan-bangunan tua itu juga digunakan sebagai restoran, kafe, hotel, tempat tinggal bahkan kantor-kantor penting. Jika anda sudah lelah menyusuri George Town anda bisa naik bus dari terminal ke tempat wisata lain seperti Penang Hill atau Kek lok Sie Temple. Kota tua di berbagai belahan dunia menunggu anda untuk dikunjungi, jangan sampai anda lewatkan.























Halo… kabar baikk… saat ini kebetulan lagi di Indonesia, lagi liburan… Halo halo nama saya Rani asal dari Bandung, saya seneng traveling ga ada pengaruh dari siapa-siapa ya.. dari dulu emang seneng jalan-jalan muter-muter kayak gangsing.
Perasaan ragu jelas ada ya, itu salah satu keputusan besar yang saya buat, biasanya saya resign untuk pindah kerja ke tempat lain tapi waktu itu saya resign untuk memburu mimpi saya nyoba traveling menyusuri dunia dalam waktu yang lama. Galaunya lamaaaa banget, karena sejujurnya saya udah nyaman dengan pekerjaan saya, teman-teman yang cocok banget, tapi emang desire untuk traveling dalam waktu lama tinggi banget, karena saya kesel cuman bisa traveling 10 hari mana ijinnya cutinya repot lagi, tiap pengen traveling dilema karena cuti, jadinya ya dengan bersimbah air mata saya lapor pak boss mau resign..
Siapin niat dan mental aja dulu, kadang saya bingung sama pertanyaan begini hahhahaha karena sejujurnya tidak ada yang saya siapkan, saya ini penakut banget, naek motor aja saya takut, dibonceng orang saya takut hahahahhah tapi mungkin tiap orang racikannya beda ya.. ada yang emang berani di sisi ini ada yang berani di sisi itu, ada yang belajar motor itu easy peasy tapi buat saya belajar motor itu menggerikan. Tapi sebetulnya kalau udah ada niat kita pasti bisa, apapun itu yang kita hadapi di jalanan kita pasti bisa menghadapinya, karena emang insting survival itu pada dasarnya ada di racikan masing-masing manusia. Reaksi keluarga, shock haha waktu itu saya bawa kabarnya pas mama lagi di opname di rumah sakit lagi, biasanya kalo mama lagi di sakit gitu bawaanya mellow gitu.. taulah jadinya ngobrol kemana-mana, waktu itu mama sama kakak saya lagi serius ngajak ngobrol, nanya kapan saya punya niatan menikah hahahahahha tapi sama saya malah dijatuhin bomb, mau resign trus pergi traveling selama setahun, mama shock berat, kakak saya nyoba menerima dan beliau memberi pengertian ke mama. Kendalanya banyaklaah.. tapi yang utama sih masalah pasport, pasport kita lemah banget kemana-mana butuh visa, jadinya opsi untuk long trip gitu jadi terbatas. Mengatasinya ya cari rute yang free visa atau bisa e-visa atau voa. Kendala lainnya mungkin karena saya itu orangnya clumsy dan pelupa lupa ini itu yang akhirnya banyak drama, istilahnya you name it lah gara-gara kecerobohan saya, rasanya semua pernah yang belum itu ilang pasport (amiiiit amiiittt jabang bayiiii.. jangan sampai yaaa), bahkan saya pernah jatuh ketimpa tangga ketimpa anak tangga lagi. Key bca diblokir trus dompet ilang terus ketinggalan pesawat tanpa uang yang tersisa. Bayangkan.. kemping di bandara Casablanca selama seminggu sampe akhirnya berhasil keluar bandara.
Sebetulnya ga ada istilah mengatur budget saking minimnya budget saya, uang perhari saya hanya cukup untuk biaya transportasi ama makan aja, saya selalu nyari tumpangan tidur makan-pun ga pernah ke restaurant paling cuman roti sama telor saja, dengan budget yang saya punya, beneran ga ada pilihan. Saya ga punya tabungan lain untuk mencover perjalanan, ya intinya sih harus hati-hati supaya meminimalisir kejadian-kejadian yang tidak diinginkan yang berujung saya harus mengeluarkan dana lebih. Walaupun ada asuransi perjalanan tetap hati-hati.
Berapa negara ya.. udah lupa, udah ga pernah ngitung lagi hahhahaha.. yang berkesan banyak, tapi Switzerland, Norwegia itu 2 negara langganan, yang setiap tahun saya pasti kembali kesana untuk menikmati alamnya. India Jepang atau Korea itu lebih ke karena saya ada ikatan aja, ntah itu untuk maen snowboarding atau untuk meditasi.
Kalo saya bilang sama menariknya karena mau sok nasionalis, artinya saya bohong hahahha, tbh traveling ke luar lebih menarik, berada di tempat dimana saya tidak bisa bahasa mereka tidak familiar dengan keadaaanya itu lebih menarik aja. Kemudahan traveling di Indonesia itu saya familiar dengan bahasanya jadi gampang bertanya kalo nyasar sedangkan di luar harus keluar sedikit energi untuk bertanya karena bahasa yang berbeda, kesulitan traveling di Indonesia itu mungkin transportasi ya, ujung ke ujung belum terkoneksi dengan bagus, sebetulnya di luar juga sama ada banyak yang masih dibawah Indonesia, transportasinya banyak yang masih berantakan, secara saya seneng buat eksplore negara2 yang emang kurang familiar bagi para turis-turis karena aksesnya susah.
Kadang kalo gitu itu semacam takdir aja gitu, kita berada di frekuensi yang cocok sehingga kita cocok aja, saya di host sama seorang wanita di Tromso dan sekarang dia jadi teman baik saya, mungkin pemikiran frekuensi kami sama sehingga kami cocok, dan karena itu saya akhirnya mendapatkan kesempatan eksplor Norwegia utara secara gratis, diajak roadtrip sampe ke perbatasan Rusia. Tromso itu kota yang sangat mahal tapi saya selalu bisa kembali kapan saja tanpa harus membayar penginapan, yang ada temen saya itu merasa senang karena saya menyempatkan diri untuk mengunjungi dia di Artic Circle. Terus pernah ketemu tiga orang traveler dari Polandia di Gergeti Triniry church di Kazbegi pas winter, kita cuman sapa-sapaan yang berakhir janjian dinner bareng dan sekarang mereka jadi teman baik saya, beberapa kali kami bertemu lagi dan beberapa kali saya sempatkan untuk mampir ke Warsaw bertemu mereka. Kalo seperti pas traveling di Afrika ya saya berusaha untuk menyapa orang lokalnya dan berinteraksi dengan mereka karena berkomunikasi dengan orang lokal itu hal yang sangat menarik buat saya, mengetahui keseharian mereka, cerita mereka, hal-hal itu merupakan hal yang menarik dan itu juga sebagai bahan cerita saya nanti saat pulang.
Ga ada syaratnya sih. Tinggal cepet-cepetan daftar aja. Syaratnya harus tau siapa saya, harus tau model traveling saya gimana biar nanti ga kaget begitu join ama tripnya. Kemana aja? Negara2 yang punya view bagus macam New Zealand, Iceland, Canada, India, atau less tourist macam Mongolia, Georgia. Itulah kenapa kadang saya suka nanya “tau saya ga? tau gimana cara saya traveling ga?” soalnya kalo tau, saya yakin yang manja-manja udah menjauh duluan hehehe.
Ga ada hahahahhahha.. semua negara yg ingin saya liat sudah saya liat, sisanya ya mungkin negara-negara lain yang punya jajaran pegunungan yang belum saya liat. Kalo cita2 sih saya pengen ke Kutub Utara or Selatan, itu tuh negara bukan sih?
Saya bukan pecinta K-Pop saya pecinta BTS hahahahahha.. mengikuti world tour BTS itu betul-betul perjalanan yang seru. Sabtu – Minggu nonton konser, Senin – Jumat traveling atau eksplor kotanya. Ga ada bedanya dengan Backpacking biasa, tinggal di penginapan murah di outskirt city sehingga jadi tantangan saat pulang konser yang notabene diatas jam 10 malam, ya pada intinya nonton konser tapi dengan dibarengi oleh skill backpacking yang mumpuni itu sangat menguntungkan sehingga budget yang dikeluarkan itu ga terlalu besar. Saat orang lain habis puluhan juta untuk sekali nonton konser, dengan jumlah yang sama saya bisa pergi 6 kali konser di 3 kota berbeda. Trus lagi mengikuti world itu sangat menarik karena saya berpindah-pindah tepat, jadi biar ga hanya konser aja biar lebih berfaedah ya sambil traveling, Sabtu Minggu saya jingkrak2 sisanya saya pake buat discover kota yang saya datangi. Wah enggak deh, nonton konser itu Me-Time.. kalo barengan oke, tapi kalau harus ngurus orang lain enggak deh, soalnya dapat tiket konser BTS itu susah dan kalau momentnya dihancurkan orang lain bisa-bisa saya menyesal seumur hidup hahaha
Investasi pengalaman donk, karena menyenangkan aja. Menceritakan pengalaman kita ke orang lain itu menyenangkan sekali. Membahagiakan sekali. Storytelling itu hal yang paling membahagiakan buat saya.
Ga ada, saya punya keinginan apa-apa. Cuman pengen menjalani hari demi hari rileks, jauh dari prahara dan tetap bahagia.
Kamu kuat! Kamu bisa! Salah satu yang paling menyenangkan buat saya saat traveling adalah saat saya menemukan kalo saya itu bisa, saya lebih kuat dari yang saya pikirkan.


