November 26, 2020
6 mins

Bosan 9 bulan isolasi karena pandemi? Jika anda tinggal di sekitaran Jabodetabek, banyak tempat untuk staycation yang aman untuk meredakan stress akibat pandemi. Karena saya memiliki beberapa penyakit bawaan, maka saya memilih perjalanan maksimal dua jam menggunakan mobil pribadi sehingga tidak terlalu lelah. Setelah browsing di internet, pilihan saya jatuh pada glamping & staycation di Leuweung Geledegan Ecolodge Bogor. Sepertinya menarik jika melihat Instagram dan websitenya, semoga saja begitu kenyataannya. Saya memesan melalui aplikasi perjalanan, meskipun sebenarnya lebih menguntungkan jika anda memesan melalui website mereka karena lebih murah sedikit dan included barbeque khusus weekend. Sementara jika memesan melalui aplikasi perjalanan, tidak included barbeque.

Mencari lokasi Leuweung Geledegan Ecolodge sangat mudah. Sebelum pintu keluar tol Jagorawi, ada petunjuk besar arah ke lokasi tersebut. Dari pintu keluar tol kita belok ke arah kanan, lalu setelah turunan Tugu Kujang dan menemukan BTM kita ambil jalan lurus hingga bertemu dengan pertigaan Pancasan belok ke kiri.  Nanti kita akan menemukan beberapa petunjuk ke arah lokasi. Setelah jalanan menanjak lalu belok ke arah kanan ke jalanan berbatu, kita akan menemukan lokasi luas dan asri dengan tulisan Leuweung Geledegan Ecolodge. Dari situ mobil bisa langsung memasuki parkiran yang luas dengan petugas yang ramah dan siap membantu parkir.

Dari pintu parkiran, tamu langsung bisa masuk ke arah gedung resepsionis yang tepat berada di depan air mancur yang tertata dengan cantik. Bangunan resepsionis ini juga menarik, tampak menjulang dan memiliki banyak tempat duduk untuk menunggu. Hanya satu sih nggak enaknya, meja resepsionis berbentuk miring sehingga susah untuk dipakai menulis, padahal kita pasti butuh menulis sesuatu di sana misalnya menandatangani formulir check in. Setelah mendapatkan kunci, kita akan mencari lokasi kamar kita sendiri tanpa diantar petugas. Ini nggak masalah buat saya karena konsepnya memang glamping bukan hotel.

Memasuki areal glamping, saya langsung bertemu kolam renang untuk dewasa dan anak-anak, dengan pemandangan background gunung Salak. Sementera di sisi kanan restaurant. Di lokasi ini juga sering digunakan untuk kondangan. Karena sedang pandemi, tamu yang datang dalam kondangan itu hanya sedikit dengan protokol kesehatan yang ketat. Oh ya, memasuki area Leuweung Geledegan Ecolodge ini wajib masker dan disediakan pencuci tangan di pintu masuk. Bahkan sebelum masuk parkiran semua yang ada dalam mobil dicek suhu tubuhnya.  Dilakukan penyemprotan desinfektan juga di kamar jadi penjagaan selama pandemi cukup aman.

Saya mendapatkan kamar Pinus 04 dengan kapasitas 5 orang yang posisinya ketika membuka pintu menghadap gunung Salak. Ada beberapa jenis kamar mulai dari untuk 6 orang, 5 orang dan 2 orang. Harga kamar bisa anda cek di website mereka. Fasilitas kamar hanya sabun mandi, handuk dan air mineral, jadi harus bersiap sendiri membawa sandal dan teko air panas. Meskipun kita bisa mengambil air panas di restoran. Keseluruhan areal Leuweung ini tidak terlalu luas dengan kontur yang berbukit-bukit. Tidak banyak hal bisa saya lakukan di lokasi glamping ini karena setelah satu kali putaran semua lokasi sudah saya kunjungi. Hanya ada kolam renang, restoran, sungai kecil untuk berperahu yang lintasannya hanya pendek saja dan jalur sepeda yang sepertinya agak sulit bersepeda di lokasi sempit itu. Tetapi penataan tenda tempat menginap dan taman-taman di sekelilingnya sangat cantik. Berbagai macam bunga mekar dan tumbuh dengan subur. Pemandangan akan semakin cantik saat hujan turun dengan langit yang berkabut sehingga kita bisa duduk-duduk di depan tenda sambil ngopi dan menikmati hujan.

Makan sarapan disediakan secara gratis dan enak dengan jumlah berlimpah. Saya datang sarapan jam 9 dan masih tersedia cukup banyak. Protokol kesehatan di areal sarapan ini juga sangat ketat. Semua wajib mengenakan masker dan cuci tangan sebelum masuk ke dalam restoran. Sementara pada waktu makan yang lain kita harus membeli di restoran karena tidak boleh membawa makanan dari luar. Namun ini masalahnya, makanan di restoran tidak tersedia cukup variasi atau mungkin saya makan sudah lewat jam makan dan kehabisan. Tersedia paket suki dan barbeque, namun jika anda tidak membeli kamar melalui website maka harus membeli terpisah untuk barbeque. Pemesanan suki dan barbeque harus semalam sebelumnya agar kebagian karena mereka hanya membuat menu itu secara terbatas. Saya mencoba suki dan rekomended karena sangat enak. Apalagi anda makan suki di tempat dingin dengan hujan yang turun deras. Itu luar biasa.

Jika anda gampang bosan seperti saya, menginap dua hari di sini pasti bingung mau ngapain. Anda bisa jalan sekitar lokasi glamping misalnya ke perkemahan Sukamantri, melihat sapi-sapi di depan lokasi glamping atau ke Setu Tamansari. Saya melakukan itu untuk mengisi kebosanan. Pada malam harinya anda bisa menikmati film di lokasi pemutaran film yang ada di area glamping atau menyalakan api unggun. Untuk menyalakan api unggun silakan kontak petugasnya. Sebenarnya memang tidak disediakan antaran makan ke kamar, namun selama pandemi sepertinya mereka bersedia mengantar ke kamar. Oya, semua kontak bisa dilakukan melalui WA dan mereka akan aktif membalas. So, dari pengalaman saya menginap di sini, over all oke, jikapun ada kekurangan, semoga depan mereka memperbaikinya. Selamat glamping dan staycation!


Avatar
Writer, Traveller and Dreamer

2 Responses for this article

  1. Avatar
    on
    Jan 14th, 2021

    Perfect work you have done, this website is really cool with good information. Thomasa Durward Magbie

    Reply
  2. Avatar
    on
    Jan 17th, 2021

    I got what you intend,bookmarked, very decent site. Andie Stewart Birdella

    Reply

Leave a Reply

  • (not be published)