August 11, 2020
17 mins

Pejalan tanpa menggunakan paket tour pasti memerlukan transportasi umum untuk menjelajah. Selain lebih murah, menggunakan transportasi umum merupakan cara singkat untuk mempelajari budaya dan gaya hidup tempat baru. Saya dan teman-teman selalu menggunakan transportasi umum karena jelas lebih irit dan sebisa mungkin menghindari naik taksi. Alasannya tentu saja bangkrut kalau naik taksi kemana-mana. Berikut ini kereta bawah tanah yang pernah saya jajal di beberapa negara untuk menjelajahi sebagian kecil dari negara itu.

1. LONDON UNDERGROUND

 

Spring 2017, saya tiba di London pukul 2 dini hari waktu setempat setelah belasan jam terbang dari Jakarta. Negeri yang saya lihat dari buku-buku yang saya baca ini ingin saya kunjungi sejak saya kecil. Tetapi London sangat mahal untuk pejalan seperti saya, jadi saya harus menghemat salah satunya dengan naik transportasi umum ke berbagai tujuan. Begitu memasuki stasiun underground, saya langsung berbelok ke minimarket yang ada di pojokan stasiun untuk membeli kartu Oyster. Dengan kartu Oyster saya bisa menjelajah London menggunakan kereta bawah tanah/Tube/London Underground, tram, bus, London Overgound, TfL Rail, River Bus dan National Rail service. Dengan kartu Oyster di tangan saya menuju penginapan yang sudah saya pesan melalui internet. Karena nyasar-nyasar lebih dulu maka saya tiba di penginapan yang berada di kawasan Westminster sekitar pukul 7 pagi.

 

Dibangun ratusan tahun lalu, kereta bawah tanah London merupakan kereta bawah tanah pertama di dunia. Bahkan London Underground ini sudah beroperasi sejak tahun 1863, pada saat kereta api masih mengandalkan tenaga uap. Lalu pada tahun 1890 dimulai penggunaan kereta listrik. London Underground atau The Tube merupakan transportasi umum yang sangat diminati karena tidak macet dan lebih cepat. Saya menggunakan The Tube ini kemana-mana saat di London karena penginapan saya dekat dengan stasiun dan memang lebih mudah dijangkau.

Stasiun-stasiun Underground di London kebanyakan sudah tua namun terjaga dengan baik. Justru menurut saya jadi eksotis dan sangat menarik. Bayangkan stasiun-stasiun dengan desain tua ini sudah berumur ratusan tahun dan jadi saksi bisu sejarah yang bergerak di sana. Tetapi pada stasiun-stasiun tertentu tampak lebih modern. Untuk pecinta bola tentu tidak akan melewatkan stasiun-stasiun yang mengabadikan club bola kesayangan. Kalau saya paling suka dengan Baker Street stasiun. Karena di sana saya bisa bertemu dengan Sherlock Holmes. Pagi hingga malam kereta bawah tanah ini selalu ramai apalagi pada jam-jam sibuk. Pintunya bergerak sangat cepat jadi harus benar-benar hati-hati. Saya sempat terhantam pintu dan jatuh ke dalam kereta karena hampir kejepit pada suatu malam pulang dari keliling London. Memiliki 11 jalur yang bisa dipelajari dengan mudah, London Underground ini menjadi pilihan terbaik untuk sarana transportasi saat menjelajah London.

2. JAPAN SUBWAY

 

 

Spring tahun yang lain, saya traveling ke Jepang. Di Osaka dan Tokyo transportasi paling mudah yang bisa saya gunakan yaitu Subway atau kereta bawah tanah. Kartu yang saya gunakan adalah Pasmo yang bisa dibeli di mesin-mesin tiket stasiun Subway. Cara menggunakan mesin ini tidak jauh berbeda dengan cara membeli tiket di mesin MRT Jakarta. Hanya saja untuk membeli tiket Pasmo atau Suica kita harus membeli di mesin yang ada tulisannya Suica atau Pasmo. Sistemnya juga sama, membeli kartu kemudian mengisi saldo untuk ditap pada setiap perjalanan. Cara lebih detail soal kartu, jalur menggunakan Subway di Osaka dan Tokyo bisa kalian temukan di banyak website, saya tidak akan membahasnya di sini.

Jepang adalah negara pertama di Asia yang memiliki kereta bawah tanah. Tokyo Subway dibuka pada tahun 1927 dan menjadi kereta bawah tanah tercepat dan paling tepat waktu di dunia. Kereta akan datang di setiap stasiun dengan rentang waktu 2-3 menit saja. Subway di Tokyo mengangkut lebih dari 8,7 juta penumpang setiap harinya, karena itu jika menjelajah Tokyo sebaiknya jangan pada jam-jam sibuk. Saya punya pengalaman menarik saat pertama naik Subway di Tokyo. Karena banyak yang memakai baju atau jaket hitam saya bingung mencari teman saya yang naik ke Subway jalur kiri atau kanan. Saya naik ke kiri dan teman saya ternyata naik yang kanan. Akhirnya saya terpaksa turun dan balik lagi setelah nyasar-nyasar.

Subway di Tokyo menghubungkan banyak tempat wisata terkenal yang bisa dikunjungi turis. Mulai dari Kuil Sensoji (Asakusa), zebra Cross (Shibuya), Kabukicho (Shinjuku), Pasar Tsukiji (Tsukiji), Kabuki-za (Higashi-ginza) dan Menara Tokyo (Kamiyacho). Memiliki 9 Jalur utama yang masing-masingnya memiliki kode warna dan huruf yang berbeda, kereta pertama mulai dari jam 5 Pagi, dan kereta terakhir di pukul 12 malam.

3. HONGKONG MTR

 

Pertama kali traveling ke luar negeri Hongkong adalah tujuan pertama saya. Alasannya waktu itu karena ada tiket promo dan saya baru saja resign dari pekerjaan saya sebagai orang kantoran. Jadi di Hongkong ini merupakan pengalaman pertama saya menjelajah kota menggunakan kereta bawah tanah. Kereta bawah tanahnya Hongkong disebut MTR atau Mass Transit Railway. Pernah dinobatkan sebagai jaringan kereta bawah tanah terbaik di dunia, saya tidak sabar untuk mencobanya.

Saya suka mengoleksi kartu transportasi setiap pulang dari traveling dan kartu Octopus untuk naik MTR di Hongkong ini merupakan koleksi saya yang pertama. Seperti jalur kereta bawah tanah lainnya, kartu single trip bisa dibeli di mesin-mesin tiket di setiap stasiun kereta. Tetapi saya memilih Octopus agar memudahkan perjalanan tinggal mengisi saldo dan bisa saya koleksi kartunya. Memiliki 11 jalur, para turis biasanya akan banyak menggunakan 5 jalur saja yaitu Tung Chung Line, Disneyland Line, Island Line, Tsuen Wan Line dan Airport Express Line yang menghubungkan banyak tempat wisata populer. Kereta bawah tanah Hongkong ini mulai beroperasi pada tahun 1979 dan menjadi transportasi populer yang mengangkut 5 juta perjalanan setiap harinya.

Saya paling suka saat naik MTR di Hongkong saat melewati terowongan bawah laut ke Central. Saya membayangkan bagaimana mengerjakan terowongan bawah laut yang kemudian bisa dilewati kereta bawah tanah. Setiap melewati terowongan saya gemetaran, takut mendadak terowongan akan pecah dan kereta amblas ke dalam lautan. Pengalaman pertama naik kereta bawah tanah di Hongkong ini sangat berkesan buat saya meskipun saya sering nyasar karena kesulitan membawa peta. Yang jelas MTR Hongkong akan menjadi pilihan untuk menjelajah Hongkong dengan mudah.

4. CHINA SUBWAY

 

Banyak pilihan transportasi di China mulai dari bus, subway, atau taksi. Ketika saya traveling ke China saya terpaksa menggunakan tiga-tiganya sesuai kebutuhan karena tingkat nyasarnya yang sangat tinggi di China. Saat menuju The Great Wall gerbang Mutianyu yang lokasinya sekitar 70 km dari kota Beijing, saya diturunkan bus di lokasi antah berantah dan terpaksa saya naik taksi borongan. Untungnya ada penduduk lokal yang kebetulan bisa bahasa Inggris untuk menawarkan harga taksi ke sopir lokal itu. Beberapa tempat wisata populer di Beijing bisa dijangkau dengan menggunakan subway meskipun belum semuanya dan harus nyambung menggunakan bus atau jalan kaki. Tak hanya di Beijing, saya juga menggunakan subway ketika di Xi’an dari bandara ke pusat kota Xi’an. Sementara untuk keliling di dalam kota Xi’an lebih mudah menggunakan bus.

Beijing subway dibuka tahun 1969 dan merupakan sistem angkutan cepat dan tertua di Tiongkok daratan. Kemudian berkembang setelah tahun 2002 dan memiliki 15 jalur. Untuk tiket saya membeli tiket single trip setiap perjalanan di China karena tidak semua perjalanan saya menggunakan subway.

5. KOREA SELATAN SUBWAY

 

 

Subway di Korea Selatan menjadi moda transportasi favorit karena mudah dan cepat. Saya menggunakan subway ke berbagai tujuan karena hampir semua tempat wisata populer terkoneksi dengan subway dan terintregasi dengan angkutan lain seperti bus ke luar kota. Kebetulan penginapan saya di dekat Hongdae stasiun sehingga memang menggunakan subway adalah pilihan paling mudah. Jika teman-teman ke Seoul saya sarankan menginap di sekitaran Hongdae stasiun tepatnya dekat Hongik University karena tempat di sekitar itu sangat strategis baik untuk kemudahan mencari makanan maupun subway.

Subway di Korea Selatan dibuka pada tahun 1974, memiliki 18 jalur yang melayani Seoul Metropolitan Area. Kita bisa menggunakan tiket T-Money untuk naik subway dan membeli sesuatu di minimarket. Stasiun-stasiun Korea Selatan tampak modern dan ramai dengan gerai-gerai jualan mulai dari makanan, baju sampai mirip mall. Saya punya pengalaman menarik waktu naik subway di Korea Selatan. Hari pertama saya sudah keluar kota naik bus, namun sambungan sampai penginapan menggunakan subway. Nyaris jam 12 malam dan subway sudah kosong. Hanya ada satu orang cowok sedang mabuk di ujung gerbong. Waktu saya turun di Hongdae stasiun, ternyata banyak orang mabuk juga di jalanan dekat penginapan. Saya baru tahu sebaiknya tidak keluar terlalu malam karena kalau ketemu orang mabuk bisa jadi bahaya. Subway sangat rekomended untuk menjelajah Korea asal tidak tengah malam seperti saya.

6. PARIS METRO

 

Saya menginap di dekat stasiun metro selama traveling ke Paris. Jadi begitu turun dari bus setelah perjalanan 8 jam dari London saya langsung mencari stasiun metro menuju penginapan. Tiket dapat dibeli di setiap loket stasiun secara manual maupun otomatis. Jika membeli di mesin tiket, maka kita harus menggunakan kartu kredit. Ada banyak pilihan tiket. Ada yang satuan, ada yang membeli per-10 biji sehingga lebih murah. Bentuk tiketnya juga kecil dan lucu. Saya suka melewati gerbang tiket dan memasukkan tiket kecil itu ke dalam gerbang kemudian tiket akan keluar di ujung. Tetapi saat membeli tiket di mesin menggunakan kartu kredit harus hati-hati. Banyak mesin yang dipasangi scam sehingga nomor kartu kredit kita dicuri. Saya sempat kena juga.

Menjelajahi Paris menggunakan metro atau kereta bawah tanah adalah pilihan yang tepat. Metro ini terkoneksi dengan banyak tempat wisata populer di Paris. Tinggal mempelajari peta maka sampailah tempat yang kita tuju. Tetapi saya kurang suka suasana bawah tanah metro di Paris. Menurut saya agak menakutkan. Stasiun-stasiunnya sudah tua dan kusam, maklum metro di Paris dibuka pada tahun 1920. Setiap memasuki bawah tanah, saya merasa memasuki tempat yang penuh tantangan. Bukan hanya tangganya yang tanpa escalator dan super tinggi, tetapi mata orang lokal yang menatap curiga tanpa senyum membuat nyali saya ciut. Tapi jangan salah, meski begitu banyak juga yang ringan tangan menolong. Saat saya kesusahan mengangkat koper, seorang cowok sigap membawakan koper saya sampai tangga paling atas dan melambaikan tangan sambil tersenyum. Metro di Paris sangat unik menurut saya, bukan hanya stasiun dan metronya namun juga orang-orangnya. Jika anda berkesempatan traveling ke sana harus dicoba.

7. MOSCOW METRO

 

Metro Moscow ini salah satu tempat favorit saya. Bukan hanya sekedar moda transportasi yang memudahkan untuk menjelajah Moscow tetapi stasiun-stasiunnya merupakan mahakarya seni yang luar biasa. Anda bisa membaca tulisan saya khusus tentang metro Moscow di artikel yang lain di blog ini. Setiap tempat wisata populer di Moscow juga terkoneksi dengan metro sehingga memudahkan untuk menjangkau tempat-tempat yang ingin dikunjungi. Tiket bisa dibeli di stasiun melalui mesin tiket atau loket dengan mudah. Jika anda tidak memahami bahasa Rusia, pilih loket yang petugasnya bisa berbahasa Inggris, terdapat tulisan di loketnya.

Metro Moscow ini dibuka pada tahun 1935 sebagai jaringan kereta api bawah tanah pertama di Uni Soviet. Hingga saat ini metro Moscow memiliki 12 jalur dengan rata-rata penumpang harian sebesar 7 juta orang. Menurut saya metro Moscow merupakan metro tercantik di dunia dengan arsitektur yang sangat menawan di masing-masing stasiun. Tak hanya itu jalur metro ini juga menyimpan sejarah. Salah satu stasiun pada masa perang dunia II digunakan sebagai pos komando dan tempat perlindungan dari bom-bom Jerman. Jadi, menyusuri jalur metro Moscow ini nyaris seperti memasuki museum dengan bangunan yang sangat indah.

8. BANGKOK MRT

 

Saya menjajal Bangkok MRT hanya satu kali jalan saat menuju stasiun Thailand Cultural center untuk menonton pertunjukan Siam Niramit. Karena bersamaan dengan waktu jam pulang kantor, MTR-nya sangat penuh dan tidak nyaman. Saya sampai harus berdiri berdesakan dengan teman saya agar bisa masuk ke dalam MRT.

MRT Bangkok dibuka tahun 2004 dengan desain stasiun-stasiun yang modern mirip dengan di Jepang atau Jakarta. Pembelian tiket bisa dilakukan di mesin-mesin tiket stasiun secara mandiri. Di stasiun ini juga berjejer restoran dan minimarket. Saya tidak memiliki banyak pengalaman menjelajah Bangkok menggunakan MRT karena selain perjalanan saya ke pertunjukan Siam Niramit, saya lebih banyak jalan kaki di pusat kota.

9. SINGAPORE MRT

 

Menjelajah Singapore paling mudah tentu saja menggunakan MRT. Dibuka pada tahun 1987, MRT Singapore merupakan angkutan cepat tertua kedua di Asia Tenggara. MRT di Singapore memiliki lima jalur yang menghubungkan lebih dari 100 stasiun. Peta dan rutenya bisa anda temukan di internet dengan mudah dan anda pelajari sebelum menjelajah Singapore. MRT di Singapore sangat penting karena merupakan angkutan utama di sana.

Saya selalu memilih penginapan dekat dengan stasiun sehingga memudahkan saya untuk ke berbagai tempat. Begitu juga ketika pertama kali ke Singapore. Tiket MRT bisa kita dapatkan dengan mudah melalui mesin tiket. Sementara untuk Singapore EZ-Link Card bisa anda beli melalui layanan travel online. Jangan lupa jam operasional MRT Singapore mulai jam 5.30 pagi hingga 23.30 malam. Anda bisa menjelajah Singapore hingga tengah malam tanpa perlu takut tidak mendapatkan angkutan untuk kembali ke penginapan.

10. JAKARTA MRT

 

Jika London Underground dibuka ratusan tahun yang lalu, Jakarta memiliki MRT sejak tahun lalu, 2019. Dengan pembukaan jalur Bundaran HI – Lebak Bulus dengan desain MRT Jakarta mirip dengan Subway di Jepang. Stasiun-stasiunnya tampak simple dan modern. Beberapa stasiun memiliki escalator yang cukup dalam tetapi saya suka menggunakan MRT Jakarta ini jika tujuan perjalanan saya ke sekitaran Lebak Bulus. Karena sangat memudahkan dan tidak macet. Tiket bisa dibeli melalui loket atau mesin tiket. Meskipun sangat terlambat, tetapi bisa memiliki MRT membuat Jakarta layak disetarakan dengan beberapa negara maju lainnya. Semoga jalur-jalur lainnya segera dibuka.

Avatar
Writer, Traveller and Dreamer

Leave a Reply

  • (not be published)