Seoul

November 11, 2012
8 mins


ROMANTISME DRAMA ASIA

“There are no foreign lands. It is the traveler only who is foreign.” – Robert Louis Stevenson


Sejak lama negeri ini disebut sebagai negeri ginseng, lalu negeri K-Pop atau negeri K-Drama. Tetapi, saya memiliki panggilan sendiri setelah mengunjunginya. Negeri romantis. Bagaimana tidak? Menyusuri jalanan kota Seoul mata saya terperangkap oleh pemandangan yang bernuansa cinta di mana-mana. Manis dan romantis. Pasangan-pasangan remaja yang berjalan bergandengan serta mengenakan baju yang sama, berfoto mesra dengan tangan terkait membentuk gambar hati, kafe-kafe unik bernuansa cinta bahkan kue bergambar hati. Saya seperti sedang menyaksikan drama series Korea yang romantis sehingga saya enggan meninggalkannya. Korea Selatan memiliki banyak tempat menarik untuk dikunjungi. Tertarik? Simak perjalanan saya menyusuri kota Seoul.

GYEONGBOKGUNG PALACE dan NAMSAN HANOK VILLAGE.
Di tengah-tengah nuansa modern Seoul yang semarak, kita bisa menemukan peninggalan budaya yang bernilai tinggi dan terjaga kelestariannya. Saya mengunjungi salah satu istana tertua yaitu Gyeongbokgung Palace. Istana ini dibangun pada tahun 1394 pada masa dinasti Joseon dan merupakan istana terbesar di Seoul. Seluruh bangunan tampak terawat dengan baik dan terjaga sehingga tidak tampak bahwa bangunan ini telah berumur ratusan tahun. 

 Tak hanya istana tertua yang menarik perhatian saya. Hal klasik lain yang berada ditengah kota dan menyatu dengan kemodernan adalah Namsan Hanok Village. Namsan Hanok Village merupakan perkampungan hanok (rumah tradisional Korea). Berada di lahan seluas 8000 m2, Namsan Hanok Village merupakan replika rumah-rumah Korea kuno yang menarik. Lokasi ini terbagi menjadi beberapa bagian yaitu : perkampungan hanok, taman kuno Korea dan tempat pameran kebudayaan Korea. 

 GWANGHWAMUN SQUARE dan CHEONGGYECHEON STREAM

Saya mengunjungi kedua tempat ini sore hari dan saya rasa memang waktu yang tepat. Langit merona merah dan air mancur berwarna-warni di depan patung Admiral Yi Sun-shin mulai menyala dan saya kembali melihat pasangan-pasangan romantis berkejaran di antara air mancur. Gwanghwamun square merupakan pusat kota Seoul dan berlokasi di sepanjang depan Gwanghwamun Gate. Di sini terdapat patung Admiral Yi Sun-shin seorang laksamana yang berhasil menaklukkan perahu-perahu Jepang pada zaman Perang Myeongryang dan patung raksasa King Sejong, raja yang menciptakan Hangeul atau bahasa Korea. Di rute bawah tanah kita bisa melihat pameran-pameran foto sejarah King Sejong dan area pameran foto-foto renovasi Gwanghwamun square.

Setelah menyusuri beberapa tempat yang menawarkan hal-hal klasik di kota Seoul, saya ingin mengistirahatkan kaki yang letih. Hanya perlu waktu sekitar sepuluh menit menyeberang jalan dari Gwanghwamun square untuk menuju Chenggyecheon stream. Saya mengunjungi tempat itu saat weekend dan ramai oleh pameran serta pertunjukan musik.  Chenggyecheon stream sebenarnya sungai kecil yang jernih membelah kota Seoul.  Sebuah suasana pedesaan yang dibawa ke tengah perkotaan yang besar dan modern. Kebersihan sungai ini sangat terjaga dan tidak saya tidak melihat sedikitpun sampah. Bahkan batu-batu di sungai ini tidak berlumut. Banyak pengunjung yang duduk-duduk di sepanjang sungai ini sambil mencelupkan kaki atau melompati batu-batu di tengah sungai ke arah seberang. Saya membuka sepatu dan mencelupkan kaki di sungai ini sambil menikmati es krim yang saya beli di sebuah minimarket. Sungguh senja yang mempesona!

MAKANAN KHAS KOREA SELATAN

Makanan khas Korea yang terkenal dan saya coba diantaranya adalah :  kimchi, bulgogi, bibimbap dan dakgalbi.  

Bulgogi adalah masakan daging asal Korea. Daging yang digunakan antara lain daging sirloin atau daging sapi yang bagus. Bumbu Bulgogi adalah campuran kecap asin dan gula ditambah bumbu lain bergantung pada resep asal di Korea.
Bibimbap atau Bibimbab adalah makanan Korea berupa semangkuk nasi putih dengan lauk di atasnya berupa sayur-sayuran, daging sapi, telur dan sambal gochujang. Sebelum dimakan, nasi dan lauk diaduk menjadi satu.
Kimchi adalah makanan tradisional Korea, salah satu jenis asinan sayur hasil fermentasi yang diberi bumbu pedas. Setelah digarami dan dicuci, sayuran dicampur dengan bumbu yang dibuat dari udang krill, kecap ikan, bawang putih, jahe dan bubuk cabai merah. Sayuran yang paling umum dibuat kimchi adalah sawi putih dan lobak. Kimchi selalu dihidangkan di waktu makan sebagai salah satu jenis banchan yang paling umum. Kimchi juga digunakan sebagai bumbu sewaktu memasak sup kimchi, nasi goreng kimchi dan berbagai masakan lain.
Dakgalbi merupakan satu dari beberapa makanan populer yang terbuat dari potongan ayam berbentuk dadu yang direndam dalam pasta cabai. Cara memasaknya ditumis dengan campuran kubis, ubi jalar, daun bawang, bawang bombay dan kue beras.

NAMI ISLAND dan GEMBOK CINTA

Penggemar K-drama pasti tidak asing dengan drama series Winter Sonata, Boys Before Flowers, Full House, Princess Hours, Coffee Prince. Atau drama series klasik Hwang Yin Ji, Daejanggeum (Jewel in the palace) dan The Great Queen Seondeok. Sebagian turis datang karena terpikat lokasi-lokasi drama yang menarik seperti lokasi Winter Sonata di Pulau Nami atau lokasi Daejanggeum di Pulau Jeju. Saya menyempatkan diri mengunjungi Nami Island yang terletak 63 km dari Seoul. Nami Island adalah lokasi shooting drama Winter Sonata yang terkenal. 

Memasuki kawasan Nami Island, saya langsung disergap suasana yang sejuk, teduh dan romantis. Patung dan poster pemeran drama Winter Sonata menjadi incaran para wisatawan untuk berfoto. Saya sendiri lebih menyukai pohon-pohon yang berjajar rindang di beberapa tempat juga kafe-kafe yang bangunannya sangat unik.  Saya membayangkan tempat ini lebih indah pada musim gugur tiba. Daun-daun kekuningan dan berguguran. Area seluas 480.000 m2 ini juga bisa dikelilingi dengan mengendarai sepeda. Terdapat tempat penyewaan sepeda bagi wisatawan yang ingin bersepeda. 

Tempat romantis lain yang saya kunjungi adalah lokasi Gembok Cinta di NSeoul Tower yang berada di Gunung Namsan. Lokasi Nseoul Tower dan tempat parkir bus lumayan jauh dengan jalanan yang mendaki. Dengan sedikit perjuangan saya akhirnya bisa mendaki sampai Nseoul Tower dan melihat dari dekat lokasi Gembok Cinta yang terkenal itu. Pasangan-pasangan yang sedang jatuh cinta menaruh nama mereka di gembok warna-warni itu dan menguncinya dengan harapan cinta mereka akan abadi selamanya.

TEMPAT BELANJA

Tak hanya peninggalan tradisional yang dipertahankan dan menjadi tempat wisata menarik, kebanyakan wanita ke Korea untuk belanja. Disana tersedia berbagai merk kosmetik seperti Etude, Skinfood, Missha yang bisa didapatkan dengan murah dibanding ketika membeli di Jakarta. 
 

 
Counter kosmetik bisa ditemukan hampir dimana saja. Selain kosmetik, para wanita bisa memuaskan diri dengan membeli pakaian dengan harga miring dan kualitas bagus made in Korea di Dongdaemun market atau souvenir-souvenir lucu di Namdaeum atau Insa-dong. Jika sebelumnya saya bukan tipe yang suka belanja dan kosmetik, tetapi Korea Selatan membuat saya belanja dan menyukai kosmetik. Bagaimana dengan anda? Tertarik menghabiskan liburan di sana?

(pernah dimuat majalah Sekar)
Avatar
Writer, Traveller and Dreamer

Leave a Reply

  • (not be published)