Bangkok, The Venice Of The East’

February 12, 2013
8 mins

“The world is a book and those who do not travel read only one page.” – Augustine of Hippo

 

Seorang teman dari Canada mengatakan, “no city like Bangkok.” Saya rasa kekaguman teman saya itu ada benarnya. Bangkok merupakan sebuah kota yang lengkap dengan keindahan budaya masa lalu dan antusiasme penuh akan hal-hal baru. Tidak hanya lokasi-lokasi wisata bernilai budaya warisan masa lalu yang unik dan menarik, tetapi Bangkok juga menyediakan kemodernan yang terus berkembang. Bangkok mampu menjadi pusat regional yang dapat menyaingi Singapura dan Hongkong. Tak hanya itu, Bangkok yang murah juga menjadi surga para backpacker dan destinasi favorit teratas di Asia bagi wisatawan dunia. Khaosan Road merupakan kawasan backpacker terkenal di Bangkok.

 

Selain destinasi-destinasi wisata Bangkok yang menarik, belanja selalu menjadi tujuan beberapa wisatawan Indonesia mengunjungi Bangkok. Saya mencoba melakukan hal yang sedikit berbeda untuk menikmati Bangkok. Diantaranya dengan menyusuri sungai Chao Phraya, menonton pertunjukan Siam Niramit, menengok harian Bangkok Post dan menonton Bioskop di Bangkok. Tertarik menjadikan Bangkok sebagai destinasi anda berikutnya? Simak perjalanan saya kali ini sebelum anda melakukan perjalanan ke negeri Gajah Putih itu.

SUNGAI CHAO PHRAYA ‘THE VENICE OF THE EAST’

 

Menyusuri sungai Chao Phraya merupakan salah satu cara yang saya pilih untuk menikmati Bangkok. Banyak wisatawan asing juga memilih menikmati Bangkok dengan cara menyusuri sungai ini. Chao Phraya adalah sungai terpanjang dan terpenting di Thailand yang membelah Bangkok dari utara hingga selatan.  Memiliki panjang 372 kilometer yang mengalir dari utara Thailand menuju ke Teluk Thailand (Teluk Siam) di selatan. Hulu sungai Chao Phraya ini berada di Sungai Ping.

 

Memiliki air berwarna coklat namun bersih dari sampah, sungai Chao Phraya tampak selalu ramai dari siang hingga malam. Selain kapal pengangkut barang yang hilir mudik, kita bisa melihat kapal-kapal wisatawan menyusuri setiap tepian sungai Chao Phraya. Di setiap dermaga pemberhentian banyak ditawarkan paket wisata menyusuri sungai Chao Phraya dengan berbagai harga dan penawaran wisata yang menarik. Saya memulai perjalanan dari salah satu dermaga pemberhentian dan membeli tiket single trip seharga 40 THB yang akan mengantarkan saya hingga ke akhir perjalanan. Awalnya ingin membeli tiket trip seharga 150 THB agar bisa naik turun boat seharian, tetapi karena waktu yang sempit dan saya harus menuju tempat lain saya memilih single trip ini. Dan meski saya hanya membeli tiket single trip ternyata cukup menyenangkan. 


Sepanjang perjalanan saya bisa menikmati Bangkok dari sungai Chao Phraya. Ada pos-pos pemberhentian menarik di sepanjang perjalanan yang merupakan lokasi  wisata terkenal di Thailand seperti : Grand Palace yang berada di area Rattanakosin, Wat Arun , Wat Pho atau patung buddha sedang istirahat dan Chinatown. Kita juga bisa menikmati gedung pencakar langit yang menjulang dari sepanjang sungai Chao Phraya. Bangkok tampak lengkap dinikmati dari perjalanan menyusuri sungai ini, kota dengan warisan masa lalu yang kaya dan kemodern-an masa kini yang penuh semangat. Tak heran jika dengan wisata sungai Chao Phraya ini Bangkok juga dikenal dengan sebutan The Venice of the East.

KUIL, MADAME TUSSAUDS dan TEMPAT MENARIK LAINNYA

 

Selain kemodernan yang terus berkembang pesat, Bangkok memiliki warisan budaya yang sangat banyak dan tak ternilai harganya. Ada sekitar 400 kuil yang tersebar di Bangkok. Beberapa yang terkenal adalah ; Grand Palace dan Wat Phra Kaeo yang merupakan istana raja. Grand Palace buka mulai pukul 8.30 sampai 3.30 sore. Mengunjungi Grand Palace harus mengenakan pakaian yang sopan dan bersepatu. Jangan tergoda bujukan sopir tuk-tuk yang mengatakan bahwa Grand Palace buka pukul 1 siang karena mereka akan mengajak anda berkeliling kota dengan menarik biaya mahal sehingga anda terlambat mengunjungi Grand Palace.

 

Kuil terkenal lain yang saya kunjungi adalah Wat Pho, terletak di dekat Grand Palace, kuil ini dibangun 1688 sebagai tempat Reclining Buddha. Terdapat patung berlapis emas yang panjangnya 46 meter dan tingginya 15 meter dengan mata dan kaki yang dilapisi kerang mutiara. Untuk memasuki tempat ini juga diharapkan mengenakan pakaian yang sopan dan pantas. Wat Pho buka jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Lalu saya melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi Wat Arun (Temple of Dawn) yang terletak di tepi sungai Chao Phraya. Wat Arun memantulkan cahaya yang indah karena dilapisi porselen.

 

 

Tempat menarik lain yang bisa dikunjungi adalah Erawan Shrine yang merupakan patung pemujaan Dewa empat muka yang sakti. Banyak  wisatawan manca negara ke sini untuk bersembahyang. Selain kuil, kita bisa juga mengunjungi Jim Thompson House yang sangat terkenal dengan koleksi sutra Thai-nya. 


Dan jangan lupa mengunjungi Madame Tussauds (museum patung lilin orang-orang terkenal) yang berlokasi di Siam Square (Siam Discovery) karena di tempat ini kita bisa menemukan Bapak Proklamator kita Soekarno diabadikan dalam patung lilin bersama para pemimpin dunia hebat yang lain. Melihat patung lilin beliau berada di antara deretan patung lilin pemimpin hebat dunia rasanya sangat membanggakan sebagai bangsa Indonesia.

MENONTON SIAM NIRAMIT, THAI BOXING dan BIOSKOP

 

Mungkin bagi sebagian wisatawan menonton bioskop bukanlah sesuatu yang ingin dilakukan di negeri asing karena berpikir bahwa di Indonesia-pun kita bisa menonton bioskop. Tapi saya justru ingin melakukannya karena sensasinya pasti berbeda. Menonton ‘Breaking Dawn’ dengan subtittle bahasa Thailand yang tentu saja tidak saya mengerti saja sudah asyik, apalagi ikut berdiri mendengarkan semua penonton menyanyikan lagu kebangsaan Thailand sebelum pertunjukan dimulai menjadi sesuatu yang sangat berbeda.

 

Tak hanya menonton bioskop, pertunjukan yang membuat saya terkagum-kagum adalah SIAM NIRAMIT, Journey to the Enchanted Kingdom of Siam. Pertunjukan yang kental nuansa budaya Thailand ini menceritakan kerajaan-kerajaan di Thailand sekaligus kehidupan masyarakat Thailand. Semua budaya Thailand yang eksotis ditampilkan dalam pertunjukan spektakuler yang berdurasi dua jam ini. Gedung pertunjukan yang megah dengan teknik panggung yang luar biasa ini juga merupakan gedung pertunjukan terbesar di dunia dan masuk dalam Guinness World Record. Tak hanya tempat pertunjukannya yang luar biasa, para penari, teknik panggung, lighting, kostum dan cerita yang disuguhkan sangat menarik sehingga tidak membosankan. Penonton pertunjukkan juga dilibatkan langsung dalam pertunjukan dengan diajak maju berpentas di depan atau penari tiba-tiba muncul di tengah penonton. Selama dua jam tak henti tepuk tangan penonton dari berbagai bangsa terus bergemuruh mengagumi pertunjukan ini. Sayang kami dilarang memotret di dalam gedung pertunjukan.
 
Dan jika anda penggemar pertunjukan lain yang berupa tantangan maka anda tak boleh mengabaikan Thai Boxing. Di  MBK, salah satu mall besar di Bangkok pertandingan Thai Boxing diadakan setiap Rabu mulai pukul 6 petang. Nah, tertarik menikmati Bangkok? Anda bisa memilih cara anda sendiri yang berbeda dan lebih menarik. Selamat jalan-jalan!
 
(Published : Sekar Magazine)
Avatar
Writer, Traveller and Dreamer

Leave a Reply

  • (not be published)