December 30, 2019
14 mins

Sejak beberapa tahun terakhir ini, saya mengagumi traveler wanita yang satu ini. Saya belum pernah bertemu dengannya secara darat, tetapi saya mengikuti perjalanannya keliling dunia melalui sosial media. Pada 2016, Rani Aulia memulai perjalanan solo travelingnya selama 333 hari mengunjungi 22 negara  diantaranya Eropa, Kanada, Norway, Maroko, Turky, Iran, Georgia, India dan ratusan kota di dalamnya.  Mengaku sebagai sosok yang takut ketinggian, takut air, takut naik motor dan takut pada ulat bulu, wanita yang akrab di sapa Teh Rani ini sempat tidak percaya mampu bertahan solo traveler selama setahun. Perjalanan itu kemudian mengawali perjalanan-perjalanan menakjubkan lainnya seperti yang terbaru solo traveling menjelajah Afrika dalam 3 bulan.

Jika melihat dari sosial medianya, gaya perjalanan Teh Rani sangat membumi dan merdeka. Menyusuri berbagai negara dengan gembira, berbaur dengan warga lokal dan berusaha mengenali kehidupan orang-orang lokal.  Saya kemudian mengirimkan email untuk ngobrol-ngobrol dengan Teh Rani dan mengajaknya berbagi di SHARING seribulangkah.com. Berikut ini obrolan saya dengan Teh Rani, semoga saja menginspirasi teman-teman yang ingin solo traveling juga seperti Teh Rani.

Hai Teh Rani, apa kabar? Saat ini sedang traveling di negeri mana? Ceritakan dong sedikit tentang diri Teh Rani. Ada nggak pengaruh keluarga yang membuat Teh Rani suka traveling?

Halo… kabar baikk… saat ini kebetulan lagi di Indonesia, lagi liburan… Halo halo nama saya Rani asal dari Bandung, saya seneng traveling ga ada pengaruh dari siapa-siapa ya.. dari dulu emang seneng jalan-jalan muter-muter kayak gangsing.

Saya mengikuti perjalanan Teh Rani sejak masih kerja sampai travel around the world.  Ada nggak proses ragu-ragu saat memutuskan keluar dari pekerjaan lalu traveling ?

Perasaan ragu jelas ada ya, itu salah satu keputusan besar yang saya buat, biasanya saya resign untuk pindah kerja ke tempat lain tapi waktu itu saya resign untuk memburu mimpi saya nyoba traveling menyusuri dunia dalam waktu yang lama. Galaunya lamaaaa banget, karena sejujurnya saya udah nyaman dengan pekerjaan saya, teman-teman yang cocok banget, tapi emang desire untuk traveling dalam waktu lama tinggi banget, karena saya kesel cuman bisa traveling 10 hari mana ijinnya cutinya repot lagi, tiap pengen traveling dilema karena cuti, jadinya ya dengan bersimbah air mata saya lapor pak boss mau resign..

Apa sih Teh yang perlu dipersiapkan sebagai cewek untuk menjadi solo traveler seperti Teh Rani? Bagaimana reaksi keluarga saat Teh Rani berpamitan untuk solo traveling? Lalu apa kendalanya di perjalanan dan bagaimana mengatasinya?

Siapin niat dan mental aja dulu, kadang saya bingung sama pertanyaan begini hahhahaha karena sejujurnya tidak ada yang saya siapkan, saya ini penakut banget, naek motor aja saya takut, dibonceng orang saya takut hahahahhah tapi mungkin tiap orang racikannya beda ya.. ada yang emang berani di sisi ini ada yang berani di sisi itu, ada yang belajar motor itu easy peasy tapi buat saya belajar motor itu menggerikan. Tapi sebetulnya kalau udah ada niat kita pasti bisa, apapun itu yang kita hadapi di jalanan kita pasti bisa menghadapinya, karena emang insting survival itu pada dasarnya ada di racikan masing-masing manusia. Reaksi keluarga, shock haha waktu itu saya bawa kabarnya pas mama lagi di opname di rumah sakit lagi, biasanya kalo mama lagi di sakit gitu bawaanya mellow gitu.. taulah jadinya ngobrol kemana-mana, waktu itu mama sama kakak saya lagi serius ngajak ngobrol, nanya kapan saya punya niatan menikah hahahahahha tapi sama saya malah dijatuhin bomb, mau resign trus pergi traveling selama setahun, mama shock berat, kakak saya nyoba menerima dan beliau memberi pengertian ke mama. Kendalanya  banyaklaah.. tapi yang utama sih masalah pasport, pasport kita lemah banget kemana-mana butuh visa, jadinya opsi untuk long trip gitu jadi terbatas. Mengatasinya ya cari rute yang free visa atau bisa e-visa atau voa. Kendala lainnya mungkin karena saya itu orangnya clumsy dan pelupa lupa ini itu yang akhirnya banyak drama, istilahnya you name it lah gara-gara kecerobohan saya, rasanya semua pernah yang belum itu ilang pasport (amiiiit amiiittt jabang bayiiii.. jangan sampai yaaa), bahkan saya pernah jatuh ketimpa tangga ketimpa anak tangga lagi. Key bca diblokir trus dompet ilang terus ketinggalan pesawat tanpa uang yang tersisa. Bayangkan.. kemping di bandara Casablanca selama seminggu sampe akhirnya berhasil keluar bandara.

Saya mengikuti perjalanan Teh Rani setahun ke berbagai tempat dengan biaya minim dan menurut saya itu sangat menarik. Bagaimana mengatur bujet perjalanan dengan biaya seperti itu?  Bagaimana jika terjadi sesuatu di perjalanan, apakah Teh Rani mempersiapkan second plan misalnya tabungan lain untuk mencover perjalanan?

Sebetulnya ga ada istilah mengatur budget saking minimnya budget saya, uang perhari saya hanya cukup untuk biaya transportasi ama makan aja, saya selalu nyari tumpangan tidur makan-pun ga pernah ke restaurant paling cuman roti sama telor saja, dengan budget yang saya punya, beneran ga ada pilihan. Saya ga punya tabungan lain untuk mencover perjalanan, ya intinya sih harus hati-hati supaya meminimalisir kejadian-kejadian yang tidak diinginkan yang berujung saya harus mengeluarkan dana lebih. Walaupun ada asuransi perjalanan tetap hati-hati.

Saat ini sudah berapa negara yang Teh Rani kunjungi dan negara mana yang menurut Teh Rani paling berkesan sehingga ingin kembali dan kembali lagi?

Berapa negara ya.. udah lupa, udah ga pernah ngitung lagi hahhahaha.. yang berkesan banyak, tapi Switzerland, Norwegia itu 2 negara langganan, yang setiap tahun saya pasti kembali kesana untuk menikmati alamnya. India Jepang atau Korea itu lebih ke karena saya ada ikatan aja, ntah itu untuk maen snowboarding atau untuk meditasi.

Menurut Teh menarik mana traveling di Indonesia atau di luar negeri? Apa sih kemudahan dan kesulitan masing-masing itu.

Kalo saya bilang sama menariknya karena mau sok nasionalis, artinya saya bohong hahahha, tbh traveling ke luar lebih menarik, berada di tempat dimana saya tidak bisa bahasa mereka tidak familiar dengan keadaaanya itu lebih menarik aja. Kemudahan traveling di Indonesia itu saya familiar dengan bahasanya jadi gampang bertanya kalo nyasar sedangkan di luar harus keluar sedikit energi untuk bertanya karena bahasa yang berbeda, kesulitan traveling di Indonesia itu mungkin transportasi ya, ujung ke ujung belum terkoneksi dengan bagus, sebetulnya di luar juga sama ada banyak yang masih dibawah Indonesia, transportasinya banyak yang masih berantakan, secara saya seneng buat eksplore negara2 yang emang kurang familiar bagi para turis-turis karena aksesnya susah.

Saya melihat dari sosmed Teh Rani banyak menjalin persahabatan saat traveling dan itu sangat menyentuh. Bagaimana menjalin persahabatan melalui perjalanan karena tentu mereka memiliki karakter yang berbeda dari masing-masing negara. Orang mana yang menurut Teh paling mudah menjalin persahabatan?

Kadang kalo gitu itu semacam takdir aja gitu, kita berada di frekuensi yang cocok sehingga kita cocok aja, saya di host sama seorang wanita di Tromso dan sekarang dia jadi teman baik saya, mungkin pemikiran frekuensi kami sama sehingga kami cocok, dan karena itu saya akhirnya mendapatkan kesempatan eksplor Norwegia utara secara gratis, diajak roadtrip sampe ke perbatasan Rusia. Tromso itu kota yang sangat mahal tapi saya selalu bisa kembali kapan saja tanpa harus membayar penginapan, yang ada temen saya itu merasa senang karena saya menyempatkan diri untuk mengunjungi dia di Artic Circle. Terus pernah ketemu tiga orang traveler dari Polandia di Gergeti Triniry church di Kazbegi pas winter, kita cuman sapa-sapaan yang berakhir janjian dinner bareng dan sekarang mereka jadi teman baik saya, beberapa kali kami bertemu lagi dan beberapa kali saya sempatkan untuk mampir ke Warsaw bertemu mereka. Kalo seperti pas traveling di Afrika ya saya berusaha untuk menyapa orang lokalnya dan berinteraksi dengan mereka karena berkomunikasi dengan orang lokal itu hal yang sangat menarik buat saya, mengetahui keseharian mereka, cerita mereka, hal-hal itu merupakan hal yang menarik dan itu juga sebagai bahan cerita saya nanti saat pulang.

Teh Rani juga kemudian bikin paket trip. Bagaimana syaratnya bisa bergabung dalam paket trip Teh Rani?

Ga ada syaratnya sih. Tinggal cepet-cepetan daftar aja. Syaratnya harus tau siapa saya, harus tau model traveling saya gimana biar nanti ga kaget begitu join ama tripnya. Kemana aja? Negara2 yang punya view bagus macam New Zealand, Iceland, Canada, India, atau less tourist macam Mongolia, Georgia. Itulah kenapa kadang saya suka nanya “tau saya ga? tau gimana cara saya traveling ga?” soalnya kalo tau, saya yakin yang manja-manja udah menjauh duluan hehehe.

Masih ada nggak negara yang dicita-citakan tetapi belum dikunjungi? Kenapa belum bisa ke sana?

Ga ada hahahahhahha.. semua negara yg ingin saya liat sudah saya liat, sisanya ya mungkin negara-negara lain yang punya jajaran pegunungan yang belum saya liat. Kalo cita2 sih saya pengen ke Kutub Utara or Selatan, itu tuh negara bukan sih?

Teh Rani juga pecinta K-Pop ya, group apa sih yang paling Teh Rani sukai dan kalau nggak salah perjalanan ke konser-konser K-Pop menjadi perjalanan yang dinikmati secara pribadi. Ada nggak nanti akan dinikmati rame-rame sama paket tripnya?

Saya bukan pecinta K-Pop saya pecinta BTS hahahahahha.. mengikuti world tour BTS itu betul-betul perjalanan yang seru. Sabtu – Minggu nonton konser, Senin – Jumat traveling  atau eksplor kotanya. Ga ada bedanya dengan Backpacking biasa, tinggal di penginapan murah di outskirt city sehingga jadi tantangan saat pulang konser yang notabene diatas jam 10 malam, ya pada intinya nonton konser tapi dengan dibarengi oleh skill backpacking yang mumpuni itu sangat menguntungkan sehingga budget yang dikeluarkan itu ga terlalu besar. Saat orang lain habis puluhan juta untuk sekali nonton konser, dengan jumlah yang sama saya bisa pergi 6 kali konser di 3 kota berbeda.  Trus lagi mengikuti world itu sangat menarik karena saya berpindah-pindah tepat, jadi biar ga hanya konser aja biar lebih berfaedah ya sambil traveling, Sabtu Minggu saya jingkrak2 sisanya saya pake buat discover kota yang saya datangi. Wah enggak deh, nonton konser itu Me-Time.. kalo barengan oke, tapi kalau harus ngurus orang lain enggak deh, soalnya dapat tiket konser BTS itu susah dan kalau momentnya dihancurkan orang lain bisa-bisa saya menyesal seumur hidup hahaha

Kalau disuruh memilih, lebih suka investasi pada pengalaman perjalanan atau investasi barang-barang? Kenapa?

Investasi pengalaman donk, karena menyenangkan aja. Menceritakan pengalaman kita ke orang lain itu menyenangkan sekali. Membahagiakan sekali. Storytelling itu hal yang paling membahagiakan buat saya.

Setelah keliling dunia nanti, ada nggak cita-cita lain yang pengen Teh Rani capai? Apakah masih berhubungan dengan traveling?

Ga ada, saya punya keinginan apa-apa. Cuman pengen menjalani hari demi hari rileks, jauh dari prahara dan tetap bahagia.

Kasih semangat dan tips dong Teh buat traveler cewek yang masih takut melakukan perjalanan sendirian seperti saya ini.

Kamu kuat! Kamu bisa! Salah satu yang paling menyenangkan buat saya saat traveling adalah saat saya menemukan kalo saya itu bisa, saya lebih kuat dari yang saya pikirkan.

Terima kasih Teh Rani!

(Semua foto diambil dari facebook Rani Aulia)

 

Avatar
Writer, Traveller and Dreamer

Leave a Reply

  • (not be published)