Pesona 5 Kota Di Eropa Dari Ketinggian

September 25, 2017
12 mins

“Don’t be afraid of your fears. They’re not there to scare you. They’re there to let you know that something is worth it”  ~ anonymous

Praha dari menara Jembatan Charles

Orang-orang barat berjalan ke timur untuk mengecap spiritual, sementara orang-orang timur berjalan ke barat untuk melihat kemajuan peradaban, begitu kata seorang penulis dalam salah satu buku perjalanannya. Pesona peradaban barat yang maju sekaligus kepiawaian mereka menjaga peninggalan-peninggalan kuno yang tak ternilai harganya memang membuat orang-orang timur takjub. Sebuah negeri yang modern sekaligus eksotis dalam pandangan mata. 

Seorang teman mengajak saya menikmati Eropa dengan cara yang berbeda.  Selama ini wisatawan menikmati Eropa dari dataran ; mengunjungi peninggalan-peninggalan bersejarah, menikmati sungai yang mengalir jernih atau belanja barang-barang bermerk.  Tetapi ada cara lain yang mengesankan yaitu mencari tempat-tempat yang tinggi di berbagai negara Eropa untuk memandang panorama keseluruhan kota.  Kita bisa melihat landmark kota, gedung-gedung dan jalanan yang begitu kecil bagaikan miniatur.  Awalnya ini agak menakutkan bagi saya, tapi kemudian saya menikmatinya.

1.                 CALTON HILL di EDINBURG SKOTLANDIA
Pemandangan Edinburg dari Calton Hill

Pertama kali menginjakkan kaki di Edinburg, saya langsung jatuh cinta. Sebagai pecinta hal-hal yang berbau kuno, Edinburg sangat menarik bagi saya. Kotanya klasik dan eksotis. Saya merasa hidup dimasa lalu ketika menyusuri setiap sudut kota.  Ada tujuh bukit yang bisa digunakan untuk menikmati kota Edinburg dari ketinggian dan saya memilih Calton Hill. 

Calton Hill terletak di pusat kota berdekatan dengan Princess Street tempat saya menginap yang menjadi pusat jalan-jalan para turis mancanegara. Setelah berjalan kaki sekitar 30 menit sampailah saya di pintu masuk Calton Hill.  Untuk masuk ke Calton Hill kita tidak dipungut biaya dan kita bisa memilih dua jalan yaitu melalui anak tangga atau jalan memutari bukit. Jalan memutar ini juga aman digunakan oleh pemakai kursi roda, sedangkan saya memutuskan untuk naik melalui anak tangga. 

Sesampainya diatas, saya disergap pemandangan beberapa bangunan indah. Tidak hanya bisa menikmati Edinburg dari ketinggian, di Calton Hill ini kita juga bisa menikmati beberapa objek wisata seperti National Museum yang dibangun untuk mengenang para pahlawan Skotlandia pada perang melawan Napoleon, Dugal Stewart Monument yang berbentuk seperti sangkar burung untuk mengenang filosof Skotlandia Dugal Stewart dan Nelson Monument yang dibangun untuk mengenang Admiral Lord Nelson yang gugur pada perang Trafalgar. 

Selain objek wisata tersebut,  Calton Hill menjadi tempat yang menyenangkan untuk duduk melamun sambil memandang keseluruhan kota Edinburg dari ketinggian. Tampak Scott Monument dan bangunan-bangunan kuno yang indah menjulang di berbagai sudut kota Edinburg.  Disisi lain tampak di kejauhan bukit-bukit yang kekuningan menjelang musim panas tiba. Para turis duduk di hamparan rumput bahkan sebagian tidur-tiduran di bawah pohon sambil menikmati angin yang berhembus sepoi.  Lonceng gereja berdentang di kejauhan, seolah mengabarkan waktu terus berjalan dan saya tidak bisa lama-lama di tempat ini. Tetapi saya justru berbaring di rerumputan memandangi langit biru dan tak ingin beranjak.

2.                 FISHERMEN’S BASTION di BUDAPEST
Pemandangan Budapest dari Fishermen’s Bastion

Budapest merupakan kota cantik yang terletak di Eropa Tengah berbatasan dengan Austria di sebelah barat, Ukraina dan Rumania di timur, serta Serbia dan Croatia di sebelah selatan. Budapest memiliki sejumlah tempat wisata populer yang menjadi daya tarik wisatawan dari seluruh penjuru dunia seperti  Buda Castle, St. Stephen Basilica, jembatan Chain, Geller Hill dan pemandian air panas. Untuk melihat Budapest dari ketinggian saya bisa memilih antara Geller Hill dan Fishermen’s Bastion. Saya lebih memilih Fishermen’s Bastion karena di sekelilingnya terdapat banyak tempat wisata menarik. 

Terletak di kompleks istana Buda, Fishermen’s Bastion memiliki tujuh menara yang menggambarkan tujuh suku Magyar, suku asli Hungaria. Menara pengintai yang dituju banyak wisatawan ini merupakan tempat terbaik untuk melihat panorama tercantik Budapest dari ketinggian. Ada pintu berbayar untuk naik ke menara, tetapi ada juga pintu gratis meskipun sedikit berdesakan dan sempit. Saya memilih pintu gratis karena matahari sangat panas dan tidak ingin berlama-lama di menara. 

Begitu naik ke menara dan mendapatkan tempat kosong untuk melihat kota Budapest dari ketinggian ternyata saya ingin berlama-lama meskipun matahari sangat terik. Tampak di kejauhan gedung parlemen, jembatan Chain dan bangunan-bangunan kuno yang menjulang cantik. Keseluruhan kota tampak ditata rapi sekaligus indah oleh tangan-tangan masa lalu. Saya mengabadikan panorama luar biasa ini sampai lupa bahwa harus bergantian dengan pengunjung yang lain. Seseorang menowel lengan saya dan saya bergeser untuk menepi. Beberapa rombongan kemudian datang dan lokasi itu menjadi berdesakan. Saya memutuskan untuk turun dari menara. Budapest yang cantik dilihat dari ketinggian semakin mempesona.

3.                 MENARA JEMBATAN CHARLES  di PRAHA
Pemandangan sisi lain Praha dari Jembatan Charles
Jika anda menyukai kota yang indah, kuno dan seperti diselimuti misteri, Praha , Republik Ceko adalah tempat yang tepat untuk anda kunjungi.  Banyak tempat wisata menarik di kota ini diantaranya Kastil Praha, Jam Astronomi dan Jembatan Charles. Seperti tujuan saya sebelumnya, saya ingin melihat Praha dari ketinggian. Ada dua tempat yang ingin saya kunjungi untuk melihat Praha dari ketinggian yang pertama adalah menara jembatan Charles.
Jembatan Charles merupakan salah satu jembatan terkenal di Praha yang menjadi tujuan wisata populer para turis.  Jembatan bersejarah ini menghubungkan dua distrik bersejarah di Praha yaitu Old Town dan Lesser Town. Tetapi tujuan saya adalah menaranya. Ada dua menara untuk menjaga akses masuk ke dalam jembatan, satu sisi berada di Old Town dan sisi lainnya di Lesser Town.
Saya berbelok kiri untuk memasuki pintu masuk menara yang kecil. Tidak banyak turis naik ke menara ini karena lokasinya sempit dan berada di ketinggian. Sebagian besar turis lebih suka berjalan menyusuri jembatan Charles.  Tangga naik ke atas menara melingkar dan cukup tinggi sehingga beberapa kali saya berhenti kelelahan. Untuk masuk ke menara paling atas saya harus membeli tiket. Setelah mendapatkan tiket seorang petugas tanpa seragam mempersilakan kami naik ke lantai paling atas.
Selain memperlihatkan beberapa benda bersejarah terkait dengan jembatan Charles dan sejarah pembangunan jembatan Charles, saya naik ke lantai paling atas yaitu atap jembatan. Atap jembatan ini terbuat dari kayu, dan terdapat tempat untuk melihat pemandangan Praha di kejauhan. Dari beberapa sisi atap, saya bisa melihat orang-orang lalu lalang menyeberangi jembatan Charles, kota tua di kejauhan dan gereja di bagian lain. Menara jembatan Charles menyajikan pemandangan yang menarik dan sayang untuk dilewatkan.
4.                 SKY GARDEN di LONDON
Pemandangan London dari Sky Garden
Banyak hal bisa dilakukan di London seperti mengunjungi museum, berjalan kaki sepanjang tepi sungai Thames, mengunjungi pasar lokal dan tentu saja tempat-tempat wisata yang sangat terkenal seperti Buckingham Palace, Tower Bridge, Tower of London dan The Shard.  Tetapi saya masih melanjutkan untuk mencari tempat tinggi untuk melihat keseluruhan kota dari ketinggian. Maka saya memutuskan untuk mengunjungi Sky Garden.
Sky Garden terletak di Gedung Walkie Talkie. Bangunan ini disebut Walkie Talkie karena bentuknya mirip dengan walkie talkie. Untuk naik ke Sky Garden kita hanya perlu mendaftar di situsnya kemudian mendapat tiket untuk naik ke atas. Dengan membawa bukti pendaftaran, kita harus datang sesuai waktu yang ditentukan. Untuk pengunjung dari negara lain harus mempersiapkan passport untuk verifikasi data. Setelah pemeriksaan security, saya kemudian memasuki lift dan naik ke Sky Garden.
Di lantai paling atas gedung Walkie Talkie ini terdapat taman indoor yang cantik yaitu Sky Garden.  Beberapa restoran dan kafe juga ada di taman ini.  Kita bisa melihat pemandangan kota London melalui kaca bening yang melingkupi Sky Garden ini. Tak hanya itu di dalam Sky Garden kita juga bisa berjalan-jalan ke bagian atas melalui tangga di mana banyak orang-orang duduk menikmati suasana sambil memandang panorama kota London.
5.       DANCING HOUSE di PRAHA
Pemandangan Praha dari The Dancing House. Foto by : Dita Anggrawati
Selain melalui menara Jembatan Charles, saya ingin menikmati panorama kota Praha dari tempat lain yaitu Dancing House atau Rumah Menari.  Bangunan ini dulu digunakan sebagai kantor namun sekarang berubah fungsi menjadi hotel.
Bangunan ini  disebut Dancing House atau Rumah Menari karena bentuknya yang melengkung seperti tubuh seseorang yang sedang menari. Gedung ini dibangun pada tahun 1994 dan selesai tahun 1996 dengan nama awal Fred and Ginger yang berasal dari dua nama penari terkenal.
Tujuan saya ke Dancing House bukan hanya untuk melihat arsitektur kontemporernya yang menarik melengkapi gereja dan bangunan tua di Praha, tetapi juga ingin melihat Praha dari atas Dancing House. Kita bisa naik ke bagian paling atas Dancing House dan menikmati pemandangan kota Praha dari ketinggian tetapi harus membeli minuman atau makanan di kafe yang terdapat di lantai paling atas itu.  Jika tidak membeli minuman atau makanan maka kita tidak diperbolehkan masuk.
Dari tempat terbuka melengkung yang dibatasi kaca di lantai paling atas Dancing House kita bisa menikmati kastil Praha dan pemandangan kota Praha yang indah. Memang sedikit berebut untuk mendapatkan lokasi foto yang bagus karena tempatnya yang sempit, tetapi pemandangan yang kita lihat dari tempat ini tidak mengecewakan. Sambil menikmati minuman dingin dan bercengkerama dengan sahabat, para pengunjung bersantai di tempat ini menunggu matahari tenggelam. Kota Praha seperti menciut dalam renggaman tanpa mengurangi keindahannya. ***
Avatar
Writer, Traveller and Dreamer

2 Responses for this article

  1. Avatar
    on
    Sep 26th, 2017

    Masya Allah. Indahnya 😍 terima kasih, Mbak sudah berbagi oleh-oleh perjalanan 😊

    Reply

Leave a Reply

  • (not be published)