August 18, 2018
4 mins

“Happiness is a cup of coffee and a good book”

Pagi baru dimulai saat kami tiba di Praha, Republik Ceko, setelah semalaman naik bus dari Budapest. Hanya dengan sekali naik tram dari stasiun Praha sampailah kami di Flora. Tepat jam 8 pagi kami sudah berdiri di depan apartemen Miroslav, tempat kami menginap selama di Praha.  Satu jam menunggu di depan pintu apartemen, Miro, begitu panggilan cowok gondrong berwajah ramah itu muncul dari arah lain. Rupanya ia tinggal di apartemennya yang lain dan kami datang kepagian. 

 

Apartemen Miro
Apartemen Miro terletak di bangunan tua yang liftnya lawas terbuat dari kayu dan sangat antik. Tetapi menurut Miro kebanyakan lift di Praha memang antik seperti itu.  Meskipun beberapa apartemen sekeliling tampak tua dan kusam, tetapi bagian dalam apartemen milik Miro modern, rapi, bersih dan nyaman. Selain semua fasilitas yang lengkap di apartemen, Miro juga menyediakan banyak makanan instant, kopi, teh, gula pasir, roti, buah-buahan bahkan wine seandainya kami bisa meminumnya. Apartemen Miro merupakan tempat ternyaman kami menginap selama keliling Eropa sebulan.  Setelah menunjukkan peta, brosur wisata dan sedikit petuah bagaimana menjelajah Praha, Miro mempersilakan kami istirahat.

 

Praha yang romantis dan magis
Menjelajahi kota Praha seperti memasuki kota abad silam. Hampir semua bangunan tua berarsitektur gothic, renaissance hingga baroque style terawat dengan baik dan menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan dari seluruh dunia. Pemandangan di setiap sudut kota tampak romantis sekaligus magis.  Setelah menjalajahi Old Town Square, Jam astronomis, St. Nicholas Curch, hingga naik ke puncak menara gerbang Charles Bridge untuk melihat pemandangan di kejauhan yang luar biasa indah kami mulai kelelahan dan lapar.  Seorang teman mengusulkan kami menyeberang Charles Bridge lalu beristirahat di Misenska kafe. 
Misenska
Tidak jauh dari Charles Bridge, Misenska kafe terletak di deretan pertokoan unik yang menjual souvenir khas Praha, beberapa hostel dan restoran.  Memasuki Misenska kafe seperti memasuki sebuah rumah tinggal yang tenang.  Kafe masih sepi, mungkin karena belum jam makan siang, ketika kami memilih duduk di areal taman dan seorang waitres memberikan buku menu. Kafe ini buka setiap hari mulai jam 10 pagi hingga jam 10 malam. Di bagian depan tampak perpustakaan kecil berisi berbagai buku yang bisa dibaca para pengunjung kafe sambil duduk santai.   
Library Misenska Cafe
   
Bagian dalam Misenska Cafe
Karena tidak menyediakan menu berat, kami memesan kopi, coklat panas dan cemilan.  Kopi yang disajikan di Misenska kafe tidaklah istimewa seperti kebanyakan kafe lain yang menyediakan Espresso, Cappucino, Caffe latte dan Ice Caffe.  Tetapi pengunjung sepertinya menyukai tempat ini karena suasananya yang tenang dan nyaman. Saya melihat beberapa pengunjung yang baru datang langsung masuk ke perpustakaan memilih-milih buku lalu membawanya ke bagian dalam untuk dibaca seolah tempat ini rumahnya sendiri.  Beberapa pengunjung yang lain berbincang tetapi suaranya rendah sehingga tidak mengganggu pengunjung yang lain.

 

Buku Menu Misenska Cafe

 

Hot Chocolate

 

Coffee, Hot Chocolate dan Cemilan

 

Menurut informasi kota ini lebih terkenal dengan minuman bir-nya, sehingga saya tidak banyak mendapatkan informasi menarik tentang kopi. Tetapi kafe-kafe unik di setiap sudut kota Praha sangat menarik untuk dicoba.  Setelah dua jam menikmati ketenangan Misenska kafe, saya melanjutkan penjelajahan.  Praha merupakan tempat romantis sekaligus magis yang membuat saya ingin kembali suatu saat nanti.*

 

Avatar
Writer, Traveller and Dreamer

One Response for this article

  1. Avatar
    on
    Oct 10th, 2018

    Library cafe! Ya Ampuuuuuun ….mimpiku banget ini punya yang beginian.
    Di Dago Bandung ada juga, tapi kecil. Namanya Chocotetra (= Chocolate, Coffee, Tea, Sastra).

    Reply

Leave a Reply

  • (not be published)